Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Juni 2026 | 03.49 WIB

Jika Anda Sering Mengucapkan “Tolong” dan “Terima Kasih,” Psikologi Mengaitkannya dengan 7 Ciri Karakter Kuat Ini

seseorang yang sering mengucapkan tolong dan terima kasih ( Magnific/sodawhiskey ) - Image

seseorang yang sering mengucapkan tolong dan terima kasih ( Magnific/sodawhiskey )

JawaPos.com - Di tengah dunia yang semakin cepat dan serba instan, kata-kata sederhana seperti “tolong” dan “terima kasih” sering dianggap sepele. Padahal, menurut psikologi, kebiasaan mengucapkan dua kata ini bukan hanya soal sopan santun biasa. Cara seseorang berbicara ternyata bisa mencerminkan kualitas kepribadian, kecerdasan emosional, hingga kekuatan karakter yang dimilikinya.

Menariknya, orang yang terbiasa mengucapkan “tolong” dan “terima kasih” umumnya tidak melakukannya demi pencitraan. Kebiasaan itu muncul secara alami karena mereka memiliki pola pikir yang menghargai orang lain, memahami hubungan sosial, dan mampu mengendalikan ego pribadi.

Psikologi sosial menjelaskan bahwa bahasa yang penuh penghargaan dapat memperkuat hubungan interpersonal, meningkatkan rasa percaya, dan menciptakan suasana emosional yang lebih sehat. Bahkan dalam lingkungan kerja, individu yang terbiasa bersikap sopan cenderung lebih disukai, dipercaya, dan mudah bekerja sama dengan orang lain.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh ciri karakter kuat yang sering dikaitkan dengan orang-orang yang tidak pernah lupa mengucapkan “tolong” dan “terima kasih”.

1. Memiliki Empati yang Tinggi

Seseorang yang terbiasa mengatakan “tolong” dan “terima kasih” biasanya memiliki kemampuan empati yang baik. Mereka sadar bahwa setiap orang memiliki perasaan, tenaga, dan waktu yang layak dihargai.

Ketika meminta bantuan dengan kata “tolong,” mereka mengakui bahwa orang lain tidak memiliki kewajiban mutlak untuk membantu. Begitu pula saat mengucapkan “terima kasih,” mereka menunjukkan bahwa bantuan sekecil apa pun tetap berarti.

Empati membuat seseorang mampu memahami sudut pandang orang lain. Mereka tidak hanya fokus pada kebutuhan pribadi, tetapi juga mempertimbangkan dampak perilaku mereka terhadap lingkungan sekitar.

Dalam hubungan sosial, empati adalah fondasi penting untuk menciptakan komunikasi yang sehat dan minim konflik.

2. Memiliki Kecerdasan Emosional yang Baik

Psikolog Daniel Goleman, yang mempopulerkan konsep kecerdasan emosional, menjelaskan bahwa kemampuan memahami dan mengelola emosi sangat berpengaruh terhadap kualitas hubungan manusia.

Orang yang sopan dalam berbicara biasanya memiliki kontrol emosi yang lebih baik. Mereka memahami bahwa cara menyampaikan sesuatu sama pentingnya dengan isi pesan itu sendiri.

Alih-alih memerintah dengan nada kasar, mereka memilih menggunakan kata yang lebih manusiawi dan menghargai lawan bicara. Sikap ini menunjukkan kedewasaan emosional.

Mereka juga cenderung lebih mampu:

Mengendalikan amarah
Menghindari konflik yang tidak perlu
Menjaga suasana tetap nyaman
Membuat orang lain merasa dihormati

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore