
seseorang yang sering mengucapkan tolong dan terima kasih ( Magnific/sodawhiskey )
JawaPos.com - Di tengah dunia yang semakin cepat dan serba instan, kata-kata sederhana seperti “tolong” dan “terima kasih” sering dianggap sepele. Padahal, menurut psikologi, kebiasaan mengucapkan dua kata ini bukan hanya soal sopan santun biasa. Cara seseorang berbicara ternyata bisa mencerminkan kualitas kepribadian, kecerdasan emosional, hingga kekuatan karakter yang dimilikinya.
Menariknya, orang yang terbiasa mengucapkan “tolong” dan “terima kasih” umumnya tidak melakukannya demi pencitraan. Kebiasaan itu muncul secara alami karena mereka memiliki pola pikir yang menghargai orang lain, memahami hubungan sosial, dan mampu mengendalikan ego pribadi.
Psikologi sosial menjelaskan bahwa bahasa yang penuh penghargaan dapat memperkuat hubungan interpersonal, meningkatkan rasa percaya, dan menciptakan suasana emosional yang lebih sehat. Bahkan dalam lingkungan kerja, individu yang terbiasa bersikap sopan cenderung lebih disukai, dipercaya, dan mudah bekerja sama dengan orang lain.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh ciri karakter kuat yang sering dikaitkan dengan orang-orang yang tidak pernah lupa mengucapkan “tolong” dan “terima kasih”.
1. Memiliki Empati yang Tinggi
Seseorang yang terbiasa mengatakan “tolong” dan “terima kasih” biasanya memiliki kemampuan empati yang baik. Mereka sadar bahwa setiap orang memiliki perasaan, tenaga, dan waktu yang layak dihargai.
Ketika meminta bantuan dengan kata “tolong,” mereka mengakui bahwa orang lain tidak memiliki kewajiban mutlak untuk membantu. Begitu pula saat mengucapkan “terima kasih,” mereka menunjukkan bahwa bantuan sekecil apa pun tetap berarti.
Empati membuat seseorang mampu memahami sudut pandang orang lain. Mereka tidak hanya fokus pada kebutuhan pribadi, tetapi juga mempertimbangkan dampak perilaku mereka terhadap lingkungan sekitar.
Dalam hubungan sosial, empati adalah fondasi penting untuk menciptakan komunikasi yang sehat dan minim konflik.
2. Memiliki Kecerdasan Emosional yang Baik
Psikolog Daniel Goleman, yang mempopulerkan konsep kecerdasan emosional, menjelaskan bahwa kemampuan memahami dan mengelola emosi sangat berpengaruh terhadap kualitas hubungan manusia.
Orang yang sopan dalam berbicara biasanya memiliki kontrol emosi yang lebih baik. Mereka memahami bahwa cara menyampaikan sesuatu sama pentingnya dengan isi pesan itu sendiri.
Alih-alih memerintah dengan nada kasar, mereka memilih menggunakan kata yang lebih manusiawi dan menghargai lawan bicara. Sikap ini menunjukkan kedewasaan emosional.
Mereka juga cenderung lebih mampu:
Mengendalikan amarah
Menghindari konflik yang tidak perlu
Menjaga suasana tetap nyaman
Membuat orang lain merasa dihormati

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
