Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 April 2026 | 16.06 WIB

Jika Anda Ingin Sukses dalam Hidup tetapi Selalu Kurang Motivasi, Ucapkan Selamat Tinggal pada 9 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang sukses dalam hidup meski selalu kurang motivasi. (Freepik/freepik) - Image

seseorang yang sukses dalam hidup meski selalu kurang motivasi. (Freepik/freepik)


JawaPos.com - Banyak orang ingin sukses, memiliki karier yang stabil, kehidupan yang seimbang, dan pencapaian yang membanggakan. Namun, keinginan saja tidak cukup. Salah satu hambatan terbesar yang sering tidak disadari adalah kurangnya motivasi yang konsisten.

Menariknya, psikologi menunjukkan bahwa masalah ini bukan semata-mata soal “malas” atau “tidak berbakat”, melainkan kebiasaan perilaku tertentu yang diam-diam menggerogoti dorongan internal kita. Jika Anda merasa sering kehilangan semangat, bisa jadi beberapa perilaku berikut ini masih Anda pertahankan.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 9 perilaku yang perlu Anda tinggalkan jika ingin meningkatkan motivasi dan meraih kesuksesan.

1. Menunggu Motivasi Datang dengan Sendirinya

Banyak orang berpikir bahwa mereka harus merasa termotivasi dulu sebelum bertindak. Padahal, menurut psikologi, motivasi justru sering muncul setelah kita mulai bertindak.

Menunggu “mood yang tepat” hanya akan membuat Anda terjebak dalam penundaan. Orang yang sukses memahami bahwa disiplin lebih penting daripada motivasi.

Solusi: Mulailah dari langkah kecil, bahkan saat Anda tidak merasa siap.

2. Perfeksionisme Berlebihan

Perfeksionisme sering disalahartikan sebagai standar tinggi, padahal dalam banyak kasus, ini justru menjadi bentuk ketakutan akan kegagalan.

Anda mungkin menunda memulai sesuatu karena ingin semuanya sempurna—dan akhirnya tidak pernah mulai sama sekali.

Solusi: Fokus pada progres, bukan kesempurnaan.

3. Terlalu Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Di era media sosial, membandingkan diri menjadi sangat mudah—dan sangat berbahaya. Ini dapat menurunkan kepercayaan diri dan mengikis motivasi.

Psikologi menyebut ini sebagai social comparison trap, di mana Anda merasa tertinggal meskipun sebenarnya sedang berkembang.

Solusi: Bandingkan diri Anda dengan versi Anda di masa lalu, bukan dengan orang lain.

4. Takut Gagal Secara Berlebihan

Ketakutan terhadap kegagalan bisa melumpuhkan. Anda jadi enggan mencoba hal baru karena takut hasilnya tidak sesuai harapan.

Padahal, kegagalan adalah bagian penting dari proses belajar.

Solusi: Ubah perspektif—lihat kegagalan sebagai data, bukan sebagai identitas.

5. Kebiasaan Menunda (Prokrastinasi)

Prokrastinasi bukan sekadar manajemen waktu yang buruk, tetapi sering berkaitan dengan emosi—seperti kecemasan atau rasa tidak percaya diri.

Menunda tugas hanya memberikan kelegaan sementara, tetapi memperburuk stres dalam jangka panjang.

Solusi: Gunakan teknik seperti “aturan 5 menit”—mulai saja selama 5 menit, dan biasanya Anda akan lanjut.

6. Lingkungan yang Tidak Mendukung

Motivasi tidak hanya berasal dari dalam diri, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.

Jika Anda dikelilingi oleh orang-orang yang pesimis, tidak produktif, atau meremehkan tujuan Anda, maka semangat Anda akan ikut menurun.

Solusi: Cari lingkungan yang positif dan suportif, bahkan jika itu berarti mengurangi interaksi tertentu.

7. Tidak Memiliki Tujuan yang Jelas

Sulit untuk termotivasi jika Anda tidak tahu apa yang sedang Anda kejar.

Psikologi menunjukkan bahwa tujuan yang spesifik dan bermakna dapat meningkatkan dorongan internal secara signifikan.

Solusi: Tetapkan tujuan yang jelas, terukur, dan realistis.

8. Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Bersikap disiplin itu penting, tetapi terlalu mengkritik diri sendiri justru bisa menghancurkan motivasi.

Self-talk negatif seperti “saya tidak cukup baik” dapat menjadi penghambat besar dalam jangka panjang.

Solusi: Latih self-compassion—perlakukan diri Anda seperti Anda memperlakukan teman dekat.

9. Mengabaikan Kesehatan Fisik dan Mental

Motivasi sangat berkaitan dengan kondisi tubuh dan pikiran. Kurang tidur, stres berlebihan, atau pola makan buruk dapat menurunkan energi dan fokus.

Psikologi dan neuroscience sama-sama menegaskan bahwa tubuh yang sehat adalah fondasi dari produktivitas.

Solusi: Prioritaskan tidur, olahraga, dan manajemen stres.

Kurangnya motivasi bukanlah tanda bahwa Anda tidak mampu sukses. Sering kali, itu hanyalah hasil dari kebiasaan yang tidak disadari dan terus diulang.

Kabar baiknya, perilaku bisa diubah.

Mulailah dengan mengidentifikasi mana dari 9 kebiasaan di atas yang paling sering Anda lakukan. Tidak perlu langsung mengubah semuanya sekaligus—cukup satu demi satu, secara konsisten.

Kesuksesan bukan tentang siapa yang paling berbakat, tetapi siapa yang paling mampu mengelola dirinya sendiri.

Dan perubahan kecil hari ini bisa menjadi titik balik besar di masa depan.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore