Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Maret 2026, 21.12 WIB

Anak yang Memprioritaskan Mengunjungi Orang Tua, Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku Spesifik Ini Menurut Psikologi

seseorang yang mengunjungi orang tua (Freepik/wichayada) - Image

seseorang yang mengunjungi orang tua (Freepik/wichayada)


JawaPOs.com - Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, banyak orang merasa waktu menjadi semakin sempit. Pekerjaan, keluarga, tanggung jawab sosial, dan berbagai tekanan hidup sering membuat hubungan dengan orang tua yang sudah lanjut usia perlahan terpinggirkan.

Namun ada sebagian orang yang tetap menjadikan kunjungan kepada orang tua sebagai prioritas penting dalam hidup mereka.

Menariknya, psikologi menunjukkan bahwa orang-orang seperti ini biasanya memiliki pola perilaku tertentu. Bukan hanya soal rasa kewajiban, tetapi juga cara berpikir, nilai hidup, dan tingkat empati yang kuat.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh perilaku spesifik yang sering dimiliki oleh orang yang benar-benar memprioritaskan untuk mengunjungi orang tua mereka yang sudah lanjut usia.

1. Mereka Memahami Bahwa Waktu Bersama Orang Tua Tidak Selamanya Ada


Salah satu alasan terbesar seseorang memprioritaskan kunjungan kepada orang tua adalah kesadaran akan keterbatasan waktu.

Secara psikologis, kesadaran tentang kefanaan hidup sering membuat seseorang lebih menghargai hubungan yang paling penting dalam hidupnya.

Mereka tidak menunda kesempatan untuk bertemu orang tua dengan alasan “nanti saja”. Mereka memahami bahwa waktu yang hilang tidak bisa kembali.

Kesadaran ini membuat mereka lebih memilih hadir secara langsung, bukan hanya sekadar mengirim pesan singkat atau menelepon.

2. Mereka Memiliki Tingkat Empati yang Tinggi


Psikologi menunjukkan bahwa empati memainkan peran besar dalam hubungan keluarga.

Orang yang rutin mengunjungi orang tua yang sudah lanjut usia biasanya mampu membayangkan bagaimana rasanya berada di posisi orang tua mereka.

Mereka memahami bahwa di usia lanjut, seseorang bisa merasa:

lebih kesepian

lebih rentan secara emosional

membutuhkan kehadiran keluarga

Karena itu, mereka berusaha hadir bukan hanya sebagai anak, tetapi juga sebagai teman bicara dan sumber dukungan emosional.

3. Mereka Menganggap Kehadiran Lebih Penting daripada Materi

Banyak orang berpikir bahwa membantu orang tua berarti memberikan uang atau kebutuhan materi.

Namun orang yang benar-benar memprioritaskan kunjungan memahami bahwa yang paling dibutuhkan oleh orang tua sering kali adalah kehadiran.

Menurut berbagai penelitian psikologi keluarga, interaksi langsung seperti berbicara, makan bersama, atau sekadar duduk bersama dapat meningkatkan kesejahteraan emosional orang tua secara signifikan.

Bagi mereka, waktu bersama memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan hadiah atau bantuan finansial.

4. Mereka Menjadwalkannya Secara Sadar


Orang yang serius menjaga hubungan dengan orang tua tidak hanya mengandalkan waktu luang yang kebetulan ada.

Sebaliknya, mereka secara sadar menjadwalkan kunjungan.

Mereka mungkin:

menyisihkan waktu setiap minggu

rutin menelepon setiap beberapa hari

merencanakan makan bersama keluarga

Perilaku ini menunjukkan bahwa hubungan keluarga bukan sekadar prioritas emosional, tetapi juga prioritas praktis dalam kehidupan mereka.

5. Mereka Memiliki Rasa Syukur terhadap Orang Tua


Psikologi positif menunjukkan bahwa rasa syukur dapat memperkuat hubungan interpersonal.

Orang yang sering mengunjungi orang tua biasanya memiliki kesadaran yang kuat terhadap pengorbanan yang telah diberikan orang tua mereka di masa lalu.

Mereka menyadari bahwa banyak hal dalam hidup mereka hari ini berasal dari usaha dan pengorbanan orang tua.

Kunjungan tersebut sering menjadi cara mereka mengekspresikan rasa terima kasih yang tidak selalu bisa diungkapkan dengan kata-kata.

6. Mereka Menghargai Cerita dan Kenangan Keluarga


Orang yang memprioritaskan kunjungan kepada orang tua sering memiliki ketertarikan yang tulus terhadap cerita masa lalu keluarga.

Mereka tidak bosan mendengar kisah yang mungkin sudah diceritakan berkali-kali.

Dari sudut pandang psikologi, hal ini menunjukkan keterikatan emosional yang kuat serta keinginan untuk menjaga identitas keluarga.

Cerita-cerita tersebut bukan hanya nostalgia, tetapi juga bagian penting dari warisan keluarga yang ingin mereka pertahankan.

7. Mereka Memahami Bahwa Hubungan Keluarga Membutuhkan Usaha


Hubungan yang kuat tidak terjadi secara otomatis.

Orang yang memprioritaskan orang tua memahami bahwa hubungan keluarga membutuhkan perhatian, waktu, dan usaha yang konsisten.

Mereka tidak menunggu hubungan menjadi renggang sebelum bertindak.

Sebaliknya, mereka secara aktif menjaga kedekatan tersebut melalui komunikasi, kunjungan, dan perhatian kecil yang dilakukan secara rutin.

Dalam psikologi hubungan, perilaku ini sering dikaitkan dengan komitmen emosional jangka panjang.

Penutup

Memprioritaskan kunjungan kepada orang tua yang sudah lanjut usia bukan hanya soal kewajiban moral.

Bagi banyak orang, ini adalah pilihan sadar yang berakar pada empati, rasa syukur, dan kesadaran akan nilai waktu bersama keluarga.

Psikologi menunjukkan bahwa orang yang memiliki tujuh perilaku di atas biasanya tidak hanya memiliki hubungan yang lebih kuat dengan orang tua mereka, tetapi juga merasakan kepuasan emosional yang lebih dalam dalam kehidupan mereka sendiri.

Pada akhirnya, kehadiran sederhana—duduk bersama, berbincang, atau mendengarkan cerita lama—sering kali menjadi hadiah paling berharga yang bisa diberikan kepada orang tua.

Dan mungkin, suatu hari nanti, kenangan itulah yang akan menjadi salah satu hal paling berarti dalam hidup kita.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore