Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Maret 2025 | 22.23 WIB

7 Sikap Orang Tua yang Membuat Anak Jadi Pembangkang dan Tak Menunjukkan Rasa Hormat, Menurut Psikologi

Ilustrasi sikap orang tua yang membuat anak jadi pembangkang dan tak menunjukkan rasa hormat, menurut psikologi - Image

Ilustrasi sikap orang tua yang membuat anak jadi pembangkang dan tak menunjukkan rasa hormat, menurut psikologi

JawaPos.com - Setiap orang tua tentu menginginkan anak yang patuh, sopan, dan menghormati mereka. Namun, tanpa disadari, ada beberapa sikap yang justru bisa membuat anak menjadi pembangkang dan kehilangan rasa hormat terhadap orang tuanya.

Hal ini bukan terjadi dalam semalam, tetapi terbentuk dari pola asuh yang diterapkan sehari-hari.

Menurut psikologi, anak belajar dari apa yang mereka lihat dan rasakan, bukan hanya dari kata-kata yang mereka dengar. Maka, jika orang tua ingin mendapatkan rasa hormat dari anak, mereka juga harus menunjukkan sikap yang layak dihormati.

Dilansir dari laman Blog Herald pada Jumat (7/3), berikut merupakan 7 sikap orang tua yang membuat anak jadi pembangkang dan tak menunjukkan rasa hormat, menurut psikologi.

1. Tidak Mau Meminta Maaf Saat Berbuat Salah

Sebagai orang tua, kita juga manusia yang bisa berbuat salah. Namun, banyak orang tua merasa gengsi atau takut kehilangan wibawa jika harus meminta maaf kepada anak. Padahal, meminta maaf justru menunjukkan ketulusan dan kedewasaan.

Ketika Anda berbuat salah, misalnya membentak anak tanpa alasan yang jelas atau tidak menepati janji, jangan ragu untuk meminta maaf.

Mengatakan maaf akan mengajarkan anak tentang tanggung jawab dan empati. Anak yang melihat orang tuanya mau mengakui kesalahan akan lebih menghormati mereka dan belajar melakukan hal yang sama dalam hidupnya.

2. Terlalu Sering Mengkritik

Sebagai orang tua, kita tentu ingin anak-anak berkembang dan menjadi lebih baik. Namun, jika kritik diberikan secara berlebihan tanpa diimbangi dengan apresiasi, anak bisa merasa tidak pernah cukup baik.

Jika anak terus-menerus dikritik tanpa pernah diberi pengakuan atas usaha mereka, mereka bisa kehilangan rasa percaya diri dan enggan mencoba hal baru.

Sebaiknya, seimbangkan antara koreksi dan pujian. Misalnya, daripada hanya mengatakan "Kamu salah terus saat mengerjakan PR ini," cobalah mengatakan, "Aku lihat kamu sudah berusaha keras. Mungkin kita bisa coba cara lain untuk menyelesaikannya?"

Dengan cara ini, anak tetap merasa dihargai dan lebih terbuka untuk menerima masukan.

3. Terlalu Mengontrol Anak

Setiap orang tua ingin anaknya tumbuh dengan baik, tetapi terlalu banyak mengontrol justru bisa berdampak negatif.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore