
Ilustrasi. (pexels.com)
JawaPos.com - Menjelajahi lautan informasi di era digital saat ini bisa menjadi tugas yang berat. Terutama ketika airnya dikotori oleh berita palsu dan hoax. Triknya bukan menghindari laut, tetapi belajar berenang. Dan menurut psikologi digital, ada orang yang menguasainya.
Mereka bukan orang yang gampang terprovokasi oleh headline bombastis atau langsung percaya setiap informasi yang beredar di media sosial. Sebaliknya, mereka punya kebiasaan yang membuat mereka tahan banting dari jebakan informasi menyesatkan.
Dilansir dari laman News Reports pada Selasa (18/2) berikut daftarnya!
1. Menganalisis Secara Kritis
Orang yang tidak tertipu berita palsu di internet selalu menggunakan otak mereka sebelum percaya sesuatu. Mereka tahu bahwa tidak semua yang berkilau itu emas. Atau dalam konteks digital, tidak semua yang viral itu fakta.
Mereka mempertanyakan kredibilitas sumber, memeriksa apakah berita tersebut didukung oleh bukti yang valid, dan melihat apakah ada agenda tersembunyi di baliknya.
Dalam psikologi digital, ini disebut sebagai critical thinking, di mana seseorang tidak asal menerima informasi begitu saja. Jadi, kalau kamu menemukan berita yang terlalu mengejutkan atau emosional, ada baiknya berhenti sejenak dan bertanya: “Ini beneran fakta atau cuma clickbait?”
2. Pemeriksaan Ulang
Albert Einstein pernah berkata, “Kepercayaan buta pada otoritas adalah musuh terbesar kebenaran.” Dan orang-orang yang tidak mudah tertipu hoax paham betul hal ini. Mereka tidak asal percaya meskipun berita itu datang dari tokoh terkenal, akun dengan centang biru, atau bahkan teman sendiri.
Mereka punya kebiasaan untuk memverifikasi informasi dari beberapa sumber sebelum menyebarkannya. Ini adalah kebiasaan kecil, tapi berdampak besar dalam mengurangi penyebaran berita palsu di media sosial.
3. Mengakui Bias
Jujur saja, kita semua punya bias. Sering kali, kita lebih mudah percaya berita yang mendukung sudut pandang kita. Misalnya, kalau kita sudah tidak suka dengan seorang figur publik, berita negatif tentang mereka langsung terasa masuk akal.
Tapi orang yang tidak tertipu berita palsu di internet sadar akan hal ini. Mereka menyadari bahwa bias bisa memengaruhi cara mereka menyerap informasi, dan mereka berusaha untuk tetap objektif.
Kesadaran ini membantu mereka menghindari jebakan berita yang hanya ingin menguatkan kepercayaan yang sudah ada, tanpa memperhitungkan kebenaran sebenarnya.
4. Mencari Perspektif Lainnya

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
