
Ilustrasi keluarga yang merayakan Tahun Baru Imlek. (Freepik)
JawaPos.com – Perayaan Imlek selalu identik dengan kegembiraan dan kebersamaan keluarga. Namun, di balik perayaan meriah tersebut, terdapat sejumlah aturan dan larangan yang diyakini dapat mempengaruhi keberuntungan selama setahun ke depan.
Bagi masyarakat Tionghoa, apa yang dilakukan di hari pertama tahun baru ini sangat berpengaruh terhadap nasib dan rezeki yang akan diterima.
Dilansir dari laman artikel Boston University pada Selasa, (21/1), perayaan Imlek adalah hari libur paling penting di Tiongkok. Imlek juga dirayakan di berbagai negara seperti Korea, Singapura, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia.
Selain dirayakan dengan penuh suka cita, ada beberapa pantangan yang dipercaya perlu dihindari selama Imlek. Hal-hal yang tampak sepele ini ternyata dipercaya dapat menghalangi datangnya keberuntungan dan kesejahteraan di tahun baru.
Dilansir dari China Highlight, berikut adalah 10 larangan yang wajib dihindari agar Imlek yang kamu rayakan dipenuhi dengan keberuntungan dan kemakmuran:
1. Mengonsumsi obat
Pada hari pertama Imlek, mengonsumsi obat dianggap tabu karena dipercaya bisa membawa sial sepanjang tahun.
Tradisi ini berasal dari keyakinan bahwa meminum obat bisa menandakan bahwa kamu akan sering sakit di tahun yang baru. Oleh karena itu, disarankan untuk menjaga kesehatan dengan cara lain, seperti makan yang bergizi dan cukup istirahat.
2. Menyapu atau membuang sampah
Menyapu atau membuang sampah pada hari pertama Imlek dipercaya dapat menghilangkan keberuntungan dan kekayaan di rumah.
Hal ini dianggap sebagai tindakan yang menyapu keluar rezeki dan kesejahteraan yang seharusnya datang di tahun yang baru.
Sebagai gantinya, pastikan rumah sudah bersih sebelum perayaan dimulai agar tidak ada sisa kotoran yang bisa menghalangi rezeki.
3. Mengatakan kata-kata negatif
Menggunakan kata-kata negatif seperti kematian, penyakit, atau kemiskinan dianggap sangat tidak pantas selama Imlek.
Untuk menghindari hal buruk, banyak orang Tionghoa memilih menggunakan eufemisme atau kata-kata yang lebih positif. Misalnya, mengganti kata "mati" dengan "pergi" agar tidak membawa nasib buruk.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
