Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Oktober 2024 | 18.41 WIB

8 Tren Fashion Teraneh Sepanjang Masa yang Bikin Geleng-geleng, Salah Satunya Perhiasan Hidup

Ilustrasi perhiasan hidup/thecollector.com - Image

Ilustrasi perhiasan hidup/thecollector.com

JawaPos.com - Kita semua pernah mengalami momen di mana generasi yang lebih tua terkejut ketika kita memberi tahu mereka bahwa celana jins yang robek dan compang-camping adalah bagian dari desain.

Sepanjang sejarah, tren mode sering mendapat kritik, mulai dari panjang gaun flapper, tinggi stiletto, hingga gaya rambut besar dan keriting di tahun 1980-an. Meskipun tren-tren tersebut mungkin bersifat sementara, mereka berhasil menarik banyak pengikut dalam waktu singkat.

Mode itu sendiri merupakan tradisi yang bertahan lama, tetapi tren biasanya punya masa berlaku yang pendek. Apa yang dianggap luar biasa lima tahun lalu bisa terlihat aneh hari ini, terutama saat kita meninjau lebih jauh ke belakang dalam sejarah. Dilansir dari thecollector.com, berikut ini deretan fashion teraneh sepanjang masa.

1. Crinoline

Crinoline atau rok lingkaran adalah jenis rok dalam yang populer di kalangan wanita kaya pada abad ke-19. Wanita Victoria menginginkan pinggang kecil, dan crinoline membantu menciptakan tampilan tersebut dengan memberi efek mengembang. Rok ini berevolusi dari tren sebelumnya seperti verdugada Spanyol dan pannier Prancis.

Crinoline awalnya terbuat dari bulu kuda yang kaku, kemudian dibuat dari bahan yang lebih ringan seperti baja atau tulang ikan paus. Semakin besar crinoline, semakin kaya pemakainya, tetapi ukuran besar ini membuatnya sulit dinavigasi, seringkali menyulitkan wanita saat melewati pintu.

Selain itu, crinoline dianggap berbahaya karena mudah terbakar, dan banyak wanita menolak bahan tahan api, mengakibatkan banyak insiden kebakaran, termasuk kematian yang dilaporkan hingga 630 wanita dalam setahun.

2. Pewarna arsenik

Era Victoria di Inggris menyaksikan tren kain berwarna cerah, terutama hijau zamrud yang populer sejak 1814, terbuat dari arsenik trioksida dan tembaga. Walaupun kain ini murah dan menarik perhatian, bahan-bahannya sangat berbahaya.

Pewarna arsenik yang digunakan pada gaun, sepatu, sarung tangan, dan aksesori, namun menyebabkan luka bakar parah pada kulit, kerontokan rambut, dan bahkan kematian akibat paparan jangka panjang.

Salah satu korban adalah Matilda Scheurer, seorang gadis berusia 19 tahun yang meninggal usai terpapar pewarna saat bekerja, dengan gejala mengerikan. Kematian seperti ini membuat masyarakat Inggris semakin khawatir dan mendorong pengembangan pewarna sintetis yang aman.

3. Sepatu Crackowe

Antara abad ke-12 dan ke-15, sepatu runcing dan panjang, dikenal sebagai sepatu Crackowe, menjadi mode populer, terutama di kalangan bangsawan. Gaya ini dimulai sekitar tahun 1382 saat pernikahan Raja Richard II dan Anne dari Bohemia.

Sepatu ini harus diikat dengan rantai dan lebih panjang bagi pria yang dianggap menambah kesan kaya. Namun, pada tahun 1465, Inggris dan Prancis melarang sepatu ini karena dianggap mengganggu aktivitas sehari-hari, meskipun banyak yang masih menganggapnya modis.

4. Chopine

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore