Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Agustus 2024 | 17.10 WIB

Terancam Keburukannya Terbongkar dan Selalu Manipulatif, Simak 10 Ciri Kepribadian Narsistik Disorder

Simak 10 Ciri Kepribadian Narsistik Disorder (Freepik) - Image

Simak 10 Ciri Kepribadian Narsistik Disorder (Freepik)

JawaPos.com- Anda pernah menghadapi seseorang yang manipulatif dan playing victim, baik itu keluarga Anda, saudara Anda, atau teman Anda? Bisa jadi mereka adalah orang yang memiliki gangguan kepribadian narsistik disorder.

Orang narsistik disorder biasanya takut jika keburukannya terbongkar oleh Anda. Maka dari itu Anda harus berhati-hati, bisa jadi Anda jadi kambing hitam dan orang tersebut akan bersikap manipulatif bahkan playing victim.

Menurut psikologis, narsisme disorder tidak berarti mencintai diri sendiri, setidaknya bukan cinta yang tulus. Lebih tepat dikatakan bahwa orang-orang dengan gangguan kepribadian narsistik (NPD) jatuh cinta dengan gambaran diri mereka yang ideal dan megah.

Gangguan kepribadian narsistik melibatkan pola pemikiran dan perilaku yang egois, arogan, kurangnya empati dan perhatian terhadap orang lain, dan kebutuhan berlebihan akan kekaguman. Yang lain sering menggambarkan orang-orang dengan NPD sebagai orang yang sombong, manipulatif, egois, menggurui, dan menuntut.

Seringkali orang yang narsistik ini gila hormat. Mereka ingin dihormati orang lain namun merendahkan, bahkan mengintimidasi orang lain. 

Mereka juga butuh validasi dan pujian bahwa mereka adalah orang yang lebih superior. Berikut 7 ciri kepribadian narsistik jika dilihat di media sosial menurut helpguide.org dikutip oleh JawaPos.com, Rabu (28/8):

  1. Mementingkan egonya sendiri

Pencapaiannya adalah suatu kemegahan baginya. Di media sosial mereka sering menyombongkan melalui postingan-postingannya, agar di cap sebagai orang yang superior. 

Orang narsistik percaya bahwa mereka unik atau “istimewa” dan hanya dapat dipahami oleh orang spesial lainnya. Biasanya mereka berhubungan dan bergaul dengan orang yang sama dengannya (setara).

Orang narsistik juga percaya bahwa mereka lebih baik daripada orang lain dan mengharapkan pengakuan—bahkan ketika mereka tidak melakukan apapun untuk mendapatkannya.

Dan ketika mereka berbicara tentang pekerjaan atau hubungan, yang akan Anda dengar hanyalah seberapa besar kontribusi mereka, betapa hebatnya mereka, dan betapa beruntungnya orang-orang dalam hidup mereka memilikinya.

  1. Gila akan ambisi, dan hidup dalam fantasi

Mereka sangat berambisi, dan melupakan tanggung jawabnya. Mereka mengembangkan fantasi mengagungkan diri sendiri tentang kesuksesan tanpa batas, kekuatan, kecemerlangan, daya tarik, kebaikan dan cinta ideal yang membuat mereka merasa istimewa dan terkendali.

Fantasi-fantasi ini melindungi mereka dari perasaan hampa dan malu, sehingga fakta dan opini yang bertentangan diabaikan atau dirasionalisasikan.

Apapun yang memecahkan fantasinya (contohnya mengetahui keburukannya) akan ditanggapi dengan sikap defensif dan bahkan kemarahan yang ekstrim sehingga orang-orang di sekitar orang narsistik belajar untuk berhati-hati dalam menyangkal kenyataan.

  1. Membutuhkan pujian dan kekaguman yang terus menerus

Rasa superioritas seorang narsisis ibarat balon yang perlahan-lahan kehilangan udaranya tanpa tepuk tangan dan pengakuan yang terus-menerus agar tetap menggembung. Pujian sesekali saja tidak cukup.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore