Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Juli 2024 | 22.16 WIB

Berikut Ini 7 Tanda Anda Belum Menjadi Orang Tua yang Baik menurut Psikologi, Salah Satunya Kerap Membandingkan Anak

Ilustrasi keluarga terpandang yang memiliki anak pembawa keberuntungan. (Freepick)

 

 
 
JawaPos.com - Menjadi orang tua otomatis menjadi pembelajar sepanjang hidup. Jika Anda saat ini merasa belum menjadi orang tua yang cukup baik, jangan khawatir
 
 
Anda masih bisa memperbaiki diri dan menjadj orang tua yang lebih baik dan lebih penyayang. 
 
Kebiasaan-kebiasaan buruk yang membuat anak Anda menjadi murung dan tak betah di rumah tentu juga bisa berubah seiring Anda melalukan perbaikan.
 
Namun, sebelum memastikan bahwa Anda adalah orang tua yang baik atau tidak, selami 7 ciri berikut ini.
 
Berikut adalah 7 hal yang bisa Anda lakukan jika ingin menjadi orang tua yang lebih baik dan penyayang terhadap anak, dikutip dari Expert Editor, Kamis (11/7).
 
1) Selalu mengatakan sibuk
 
Hidup ini sibuk. Di antara pekerjaan, pekerjaan rumah, dan perawatan pribadi, mencari waktu seringkali terasa seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami. Namun, inilah masalahnya.
 
Bila kita terus-menerus memberi tahu anak-anak kita, "Saya sibuk," tanpa sengaja kita mengirim pesan bahwa mereka bukan prioritas. Dan jujur ​​saja, itu bukan yang kita inginkan.
 
Jadi bagaimana kita bisa memperbaikinya?
 
Cobalah untuk memberikan perhatian penuh kepada anak Anda, meskipun hanya beberapa menit. Beri tahu mereka bahwa mereka penting dan layak mendapatkan waktu dan perhatian Anda.
 
Dengan melakukan hal itu, Anda tidak hanya akan membuat mereka merasa dihargai, tetapi juga menumbuhkan rasa harga diri mereka. Dan percayalah, hal itu akan membuat perbedaan besar dalam hubungan Anda dengan mereka.
 
2) Kehilangan ketenangan
 
Wajar saja jika terkadang kita merasa frustrasi atau kewalahan sebagai orang tua. Namun, cara kita bereaksi dapat memengaruhi pemahaman anak-anak kita dalam menangani emosi.
 
Jadi ketika Anda merasa kesabaran Anda menipis, tariklah napas dalam-dalam. 
 
Berusahalah untuk bersabar. Berusahalah untuk memahami. Dan yang terpenting, berusahalah untuk mencintai.
 
3) Mengabaikan perawatan diri sendiri
 
Anda bangun saat fajar menyingsing, menyiapkan makan siang, membantu mengerjakan pekerjaan rumah, mencuci pakaian, menyiapkan makan malam, dan sebelum Anda menyadarinya, hari telah tiba dan berlalu.
 
Bagaimana dengan Anda? Anda kehabisan tenaga. Anda tidak bisa menuangkan sesuatu dari cangkir yang kosong. Mengabaikan kebutuhan Anda sendiri tidak akan membuat Anda menjadi orang tua yang lebih baik. Bahkan, hal itu dapat menyebabkan kelelahan dan membuat Anda merasa terkuras.
 
Mengasuh anak bukan berarti mengorbankan diri Anda sepenuhnya. Ini tentang menjadi versi terbaik diri Anda untuk anak Anda. Dan untuk melakukan itu, Anda perlu merawat diri Anda juga.
 
Izinkan diri Anda untuk beristirahat. Baca buku. Jalan-jalan. Lakukan sesuatu yang dapat mengisi ulang baterai Anda.
 
4) Menghindari percakapan yang sulit
 
Menghindari percakapan yang sulit tidak melindungi anak-anak kita; malah membuat mereka tidak siap .
 
Tujuan kami adalah membimbing anak-anak kami, membekali mereka dengan perangkat yang mereka butuhkan untuk menjelajahi dunia yang kompleks ini. Dan itu termasuk melakukan percakapan yang sulit.
 
Baik itu tentang perundungan, citra tubuh, atau bahkan kehilangan, penting untuk menciptakan ruang aman di mana anak Anda merasa nyaman mendiskusikan apa pun.
 
5) Memuji berlebihan
 
Jangan salah paham. Pujian itu penting. Pujian meningkatkan harga diri dan mendorong perilaku positif. Namun, kualitas, bukan kuantitas, yang penting.
 
Cobalah untuk fokus memuji usaha, bukan hasil akhirnya. Misalnya, daripada mengatakan, "Kamu seniman hebat," katakan, "Aku suka seberapa banyak waktu dan pikiran yang kamu curahkan untuk menggambar."
 
Dengan cara ini, Anda mendorong pola pikir yang berkembang. Anda mengajari mereka bahwa kerja keras dan ketekunan lebih penting daripada bakat alami.
 
 
6) Membandingkannya dengan orang lain
 
Setiap anak itu unik. Mereka memiliki kecepatan, kekuatan, dan perjalanan mereka sendiri. Membandingkan mereka dengan anak lain bukan hanya tidak adil—tetapi juga bisa sangat merugikan.
 
Bila kita membandingkan anak-anak kita dengan anak lain , kita berisiko membuat mereka merasa tidak mampu atau tidak berharga. Tanpa sengaja, kita mungkin akan menghambat harga diri dan kreativitas mereka.
 
Jadi, marilah kita gantikan perbandingan dengan belas kasih, dan ingatkan anak-anak kita bahwa satu-satunya orang yang harus mereka upayakan untuk menjadi lebih baik adalah orang yang mereka kenal kemarin.
 
7) Mengabaikan perilaku Anda sendiri
 
Anak-anak adalah peniru terbaik di dunia. Mereka lebih memperhatikan apa yang kita lakukan daripada mendengarkan apa yang kita katakan. Itulah sebabnya strategi pengasuhan yang paling efektif adalah dengan menjadi orang yang Anda inginkan untuk anak Anda .
 
Apakah Anda baik dan hormat kepada orang lain? Apakah Anda menangani stres dan kekecewaan dengan anggun? Apakah Anda menunjukkan empati dan pengertian ? Ini adalah pelajaran yang akan diserap dan ditiru oleh anak Anda.
 
Jadi, lain kali Anda hendak bereaksi, berhentilah sejenak. Pertimbangkan apa yang diajarkan tindakan Anda kepada anak Anda.
 
Karena pada dasarnya, perilaku kita adalah cetak biru mereka. Mari kita buat perilaku yang baik. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore