
Ilsutrasi: Obat-obatan terlarang atau narkoba. (freepik)
JawaPos.com - Beberapa individu lebih rentan terhadap penyalahgunaan serta gangguan kecanduan narkoba, dengan berbagai faktor yang berkontribusi pada kerentanan mereka.
Faktor-faktor penyalahgunaan dan kecanduan narkoba ini mencakup berbagai hal, termasuk predisposisi genetik, latar belakang keluarga, aspek psikologis, dan pengaruh sosial.
Penting untuk diakui bahwa apa yang menjadi faktor risiko bagi satu orang mungkin tidak berlaku bagi yang lain. Selain itu, tidak semua orang yang berisiko terkena penyalahgunaan narkoba akhirnya menjadi kecanduan.
Melansir Psychology Today, berikut 7 alasan orang terlibat penyalahgunaan narkoba hingga memunculkan perilaku adiktif:
1. Kerentanan Genetik
Faktor genetik memainkan peran penting dalam menentukan kecenderungan individu terhadap perilaku tertentu, termasuk penggunaan narkoba.
Interaksi antara genetika dan faktor lingkungan dapat menjelaskan mengapa beberapa individu pengonsumsi narkoba berkembang menjadi kecanduan sementara yang lain tidak.
Sebagai contoh, anak-anak dari orang tua alkoholik mewarisi risiko lebih tinggi untuk masalah terkait alkohol yang seringkali disertai dengan impulsivitas yang lebih tinggi.
2. Sikap Budaya
Sikap dan norma-norma masyarakat secara kuat mempengaruhi persepsi dan perilaku individu terkait penggunaan obat terlarang seperti narkoba.
Sebagai gambaran, lingkungan dengan budaya minum yang dominan dan kebijakan pengendalian alkohol yang longgar cenderung memperlihatkan tingkat konsumsi alkohol yang lebih tinggi di kalangan mahasiswa, hal ini terjadi karena akses yang mudah dan adanya kegiatan promosi oleh tempat-tempat sekitar.
3. Insentif Keuangan
Biaya dapat berfungsi sebagai penghalang dalam penggunaan narkoba. Beberapa bukti menunjukkan bahwa orang cenderung mengurangi konsumsi zat adiktif ketika harganya naik.
Sebagai contoh, negara-negara dengan regulasi merokok yang ketat dan pajak tembakau yang lebih tinggi umumnya menunjukkan tingkat merokok yang lebih rendah.
Demikian pula, peningkatan pajak alkohol berkorelasi dengan penurunan konsumsi alkohol, terutama dalam skenario kebiasan minum yang berlebihan.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
