Posisi tidur tengkurap tidak dianjurkan bagi umat muslim (daotaodaynghe)
JawaPos.com – Tidur merupakan suatu kebutuhan bagi manusia bahkan menjadi bagian penting dalam siklus kehidupan.
Tidur bermanfaat untuk mengistirahatkan berbagai organ tubuh yang terus menerus digunakan, serta untuk pertumbuhan dan memelihara Kesehatan jantung.
Kualitas tidur seseorang memiliki dampak yang penting dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya jika seseorang mengalami gangguan tidur atau waktu tidur yang kurang maka itu akan menyebabkan seseorang kehilangan produktivitasnya hingga mengalami penyakit tertentu.
Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman dalam Surah Ar Rum: 23 “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah tidurmu di waktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan."
Menurut pandangan Islam, terdapat anjuran mengenai posisi tidur. Nabi Muhammad SAW memberikan penjelasan secara khusus yang tertuang dalam salah satu hadistnya.
“Jika engkau hendak menuju tempat tidurmu (untuk tidur), maka berwudhulah seperti engkau berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlahlah di rusukmu (bagian tubuhmu) sebelah kanan” (HR al-Bukhari dan Muslim).
Namun, selain bertumpu pada bagian kanan tubuh, Rasulullah juga menganjurkan umat muslim untuk tidur menghadap kiblat, hal tersebut juga dilakukan oleh Nabi terakhir kita. Ini berarti jika melakukannya maka tergolong sebagai sunnah.
“Rasulullah memerintahkan Aisyah untuk menyiapkan tempat tidurnya. Tempat tidurnya pun disiapkan, lalu Rasulullah menghadap kiblat. Dan apabila beliau merebahkan diri di atasnya, beliau jadikan telapak tangan kanannya sebagai bantal,” dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidah ‘Aisyah.
Melansir dari NU.co.id (27/1), Imam Nawawi Banten menjelaskan bahwa hadist di atas menggambarkan jika tidur menghadap kiblat memiliki dua cara.
Pertama, istiqbal muhtadhar yaitu tidur dengan cara terlentang atas tengkuk kepala, wajah dan kedua lekuk kaki dihadapkan pada kiblat. Cara tidur seperti ini mubah dilakukan bagi laki-laki, dan makruh hukumnya bagi perempuan.
Cara kedua adalah cara tidur yang sunnah untuk dilakukan, yaitu tidur dengan bertumpu pada tubuh bagian kanan sebagaimana posisi orang yang meninggal di liang lahatnya. Tidur dengan cara ini juga menghadapkan wajah dan bagian depan tubuh ke arah kiblat.
Sementara itu, umat muslim dianjurkan tidak tidur dengan bertumpu pada wajah (tengkurap) karena tidur seperti itu merupakan cara tidurnya setan, sehingga hukumnya adalah makruh.
Ibnu Qayyim al Jauziyah dalam Zaadul Ma'ad membuat salah satu sub bab berjudul ‘posisi tidur yang paling buruk’ dalam buku itu Ia menjelaskan bahwa posisi tidur yang paling buruk adalah tidur tengkurap.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
