
Kirab Malam Satu Suro Masyarakat Jawa (Photo From: Antara)
JawaPos.com— Malam satu suro merupakan malam yang dikenal sakral bagi masyarakat Jawa. Ada larangan dan anjuran yang lekat dengan malam satu suro.
Seperti diketahui, kegiatan yang dianjurkan atau yang sudah jadi tradisi untuk menyambut malam satu suro antara lain tirakatan, semedi, puasa atau dikenal juga dengan istilah saum, memasak bubur putih, dan lainnya.
Sedangkan larangan di malam satu suro yakni, melaksanakan pernikahan, membangun rumah, pindah rumah hingga berpergian jauh, sebagaimana dilansir dari jurnal penelitian yang ditulis oleh Ahmad Choirul Rofiq.
Terlepas dari anjuran dan larangan, banyak momen dan tradisi yang dijalankan dengan penuh makna, ketenangan dan perenungan. Dan diyakini membawa energi kuat dalam hal spiritualitas untuk menjalani hidup yang lebih baik.
Jika demikian adanya, lantas mengapa malam Satu Suro dianggap sakral bagi masyarakat Jawa? Berikut lima alasan mengapa Malam Satu Suro dianggap sakral oleh masyarakat Jawa, dilansir laman resmi Sonobudoyo Yogyakarta.
Menandai Tahun Baru dalam Penanggalan Jawa
Satu Suro yang berarti tanggal 1 bulan Suro adalah awal dari tahun baru Jawa. Penanggalan ini sesuai dengan penanggalan Islam di mana tanggal 1 Suro juga bertepatan dengan tanggal 1 bulan Muharram.
Sistem kalender Jawa yang memasukkan unsur-unsur Islam dengan tradisi lokal dibuat oleh Sultan Hanyakrakusuma saat masa Kerajaan Mataram Islam
Perpaduan tradisi lokal, nilai-nilai agama dan budaya ini mencerminkan filosofi Jawa yang menekan pada permulaan baru yang tenang, penuh harapan dan refleksi diri. Oleh sebab itu kegiatan yang dianjurkan juga lekat dengan ritual keagamaan misalnya puasa hingga mandi air sungai atau bersuci.
Momen Untuk Merenung dan Intropeksi
Umumnya perayaan tahun baru identik dengan perayaan megah dan meriah. Namun malam Satu Suro sering diisi oleh kegiatan yang bertujuan untuk memberikan waktu pada diri untuk merenung. Masyarakat Jawa meyakini malam Satu Suro adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi diri, mengingat kembali apa saja yang telah dilakukan selama ini, dan merancang masa depan dengan bijak.
Momen Mengolah Batin untuk Menyeimbangkan Diri
Saat malam Satu Suro tiba ada beberapa aktivitas yang berkaitan dengan mengolah batin. Di antaranya adalah puasa, tirakat, hingga bertapa atau menyepi. Beberapa aktivitas ini bertujuan untuk memperkuat mental dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa di tengah segala permasalahan dan cobaan yang ada dalam hidup.
Menandakan Babak Baru dalam Hidup
Saat bulan Muharram akan tiba banyak anjuran untuk membaca doa awal dan akhir tahun. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa sendiri, malam Satu Suro merupakan malam yang tepat untuk mengingat dan belajar untuk meninggalkan keburukan di masa lalu. Hingga akhirnya membuka lembaran hidup baru.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
