Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 April 2025 | 05.46 WIB

Buang 7 Kebiasaan Ini Jika Kita Ingin Menghindari Orang-Orang Toxic Seiring Bertambahnya Usia

Ilustrasi orang-orang toxic. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang-orang toxic. (Freepik)

JawaPos.com – Terkadang ada beberapa orang yang menghambat kita untuk maju dan berkembang. Dan ini seringkali tercipta karena beberapa kebiasaan kita yang tanpa sadar menarik orang-orang toxic di sekeliling kita.

Dilansir dari Small Business Bonfire, memahami kebiasaan buruk ini dapat menghindari kita dari orang-orang toxic, bukan untuk menyalahkan orang lain. Berikut tujuh kebiasaan yang perlu kita buang jika kita ingin menjauh dari orang-orang toxic.

  1. Tidak mentoleransi ketidakhormatan

Menghormati sikap tidak hormat dapat membuat orang lain merendahkan kita dan tidak menghargai batasan kita. Tuntutlah rasa hormat dan kesopanan dari orang lain, ini untuk mencegah orang-orang yang toxic dan membangun kepercayaan diri.

  1. Tidak selalu ingin menyenangkan orang lain

Kebiasaan menyenangkan orang lain dapat menarik perhatian orang-orang toxic. Ini karena kita terus berusaha sekuat tenaga untuk membuat semua orang di sekitar kita bahagia, seringkali dengan mengorbankan diri kita sendiri.

  1. Takut terhadap konfrontasi

Menghindari konfrontasi tidak mencegah konflik, tetapi hanya menundanya. Dan dalam penundaan itu, kebencian muncul, hubungan menjadi tegang, dan orang-orang yang toxic dapat melanjutkan perilaku mereka.

  1. Mengabaikan intuisi

Intuisi kita dapat memperingatkan kita saat ada sesuatu atau seseorang yang tidak baik bagi kita. Dengan mengabaikannya, kita membiarkan diri kita rentan terhadap hubungan yang beracun dan hal-hal yang negatif.

  1. Mengabaikan perawatan diri

Perawatan diri adalah tentang menjaga kesehatan fisik, emosional, dan mental kita. Ketika kita mengabaikan perawatan diri, kita hanya akan mengurangi harga diri kita dan membuat hubungan yang kita jalin menjadi tidak sehat.

  1. Mengambil alih masalah orang lain

Terdapat batasan tipis antara bersikap mendukung dan menganggap masalah orang lain sebagai masalah kita sendiri. Jika kita terus ikut campur masalah orang lain, itu hanya akan menambah rasa khawatir dan hidup menjadi tidak damai.

  1. Tidak menetapkan batasan

Tanpa batasan, kita menjadi rentan terhadap keinginan orang-orang toxic yang cenderung melampaui batas dan mengambil keuntungan. Batasan melindungi kedamaian, energi, dan kesejahteraan kita agar tidak diremehkan oleh orang lain.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore