Ilustrasi 5 zodiak paling sering jadi teman palsu (freepik)
JawaPos.com - Sahabat sejati memainkan peran penting dalam hidup kita, memberikan dukungan emosional dan praktis yang sangat berharga. Persahabatan mempengaruhi berbagai aspek, termasuk budaya, kesehatan, dan kesejahteraan.
Penelitian menyatakan bahwa sahabat yang baik bisa mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental serta fisik yang menekankan pentingnya hubungan ini untuk keseimbangan hidup dan dukungan di saat sulit. Menlansir dari Verywell Mind, berikut ini beberapa alasan yang menyebabkan seseorang menjadi teman palsu dan tampak mengganggu.
1. Perasaan egois
Orang yang terlalu mementingkan diri sendiri cenderung hanya fokus terhadap kebutuhan dan keinginannya, seringkali tanpa memperhatikan kesejahteraan orang lain di sekitarnya. Mereka mungkin akan memanfaatkan orang lain sebagai sarana demi mencapai tujuan pribadi, tanpa memperhitungkan dampaknya terhadap orang lain.
Dr. Daramus mengatakan bahwa beberapa orang dibesarkan dengan pola pikir yang mengedepankan kepentingan pribadi, sehingga mereka merasa tidak perlu memikirkan orang lain atau berempati terhadap perasaan dan kebutuhan orang di sekitarnya. Kondisi ini dapat mengarah pada hubungan yang tidak sehat dan saling merugikan.
2. Rasa tidak aman
Orang yang berjuang dengan harga diri rendah atau perasaan ketidakmampuan sering mencari cara untuk merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri. Salah satu cara yang mungkin mereka lakukan adalah dengan membentuk persahabatan palsu yang lebih berfokus pada keuntungan pribadi dibandingkan hubungan yang tulus.
Dalam persahabatan seperti ini, mereka mungkin mengharapkan perhatian dan validasi dari orang lain sebagai cara untuk mengisi kekosongan emosional mereka. Mereka merasa bahwa dengan memperoleh pengakuan dari orang di sekitar mereka, mereka mampu meningkatkan rasa percaya diri dan nilai diri mereka.
Sayangnya, walaupun sikap ini bisa memberikan kepuasan sementara, namun hubungan semacam itu sering kali tidak sehat dan tidak bertahan lama karena dibangun atas dasar ketergantungan pada penilaian eksternal, bukan keaslian dan kedalaman emosional.
3. Narsistik
Seseorang dengan kecenderungan narsistik umumnya berperan sebagai teman palsu, menurut penjelasan Dr. Daramus. Orang narsis memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi, namun di balik itu, mereka cenderung kekurangan empati terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
