
lustrasi seseorang yang sedang curhat dengan lawan jenis tentang hubungan percintaan.
JawaPos.com – Curhat dengan teman lawan jenis memang bisa terasa nyaman dan melegakan. Namun, jika kebiasaan ini dilakukan secara terus-menerus, terutama dalam hubungan romantis, hal ini dapat memicu berbagai dampak negatif.
Komunikasi yang buruk dan kurangnya keterbukaan dengan pasangan sering kali menjadi pemicu utama ketidakpercayaan dalam hubungan. Rasa curiga yang muncul akibat ketidakseimbangan komunikasi dapat semakin memperburuk keadaan.
Ketika seseorang lebih memilih berbagi cerita dengan lawan jenis daripada pasangannya sendiri, hal ini bisa menimbulkan rasa tidak dihargai dan diabaikan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat mengancam keintiman emosional dan memicu konflik dalam hubungan.
Penelitian menunjukkan bahwa ikatan emosional dengan orang lain di luar pasangan dapat meningkatkan risiko perselingkuhan emosional. Psychology Today menyoroti bahwa hubungan romantis yang sehat bergantung pada kepercayaan dan keterbukaan. Jika salah satu pihak merasa tidak mendapatkan perhatian yang cukup, kepercayaan dalam hubungan bisa melemah.
Melansir Psychology Today, Senin (10/2), inilah tujuh dampak buruk yang dapat timbul akibat kebiasaan curhat dengan lawan jenis, yang berpotensi merusak komunikasi dan kepercayaan dalam hubungan.
1. Rentan Terbawa Perasaan (Baper)
Menurut penelitian yang dikutip oleh Psychology Today, hubungan pertemanan antara lawan jenis sering kali memiliki potensi untuk berkembang menjadi lebih dari sekadar pertemanan.
Penelitian yang dilakukan oleh Monsour, Harris, dan Kurzweil menemukan bahwa 64 persen pria dan 44 persen perempuan melaporkan bahwa hubungan pertemanan mereka dengan lawan jenis akhirnya berkembang menjadi hubungan romantis atau bahkan hubungan fisik.
Hal ini menunjukkan bahwa seringnya berbagi cerita dan berbicara tentang hal-hal pribadi dapat memicu ketertarikan emosional yang tidak disengaja.
2. Memicu Konflik dengan Pasangan
Ketika seseorang lebih nyaman berbagi masalah dengan teman lawan jenis daripada dengan pasangannya sendiri, hal ini bisa menimbulkan perasaan tidak dihargai dan diabaikan.
Psychology Today menyoroti bahwa hubungan yang sehat bergantung pada kepercayaan dan komunikasi terbuka. Jika pasangan merasa bahwa Anda lebih mengutamakan orang lain dalam berbagi masalah ketimbang dirinya, ini dapat merusak fondasi hubungan dan menciptakan konflik berkepanjangan.
3. Mengancam Keintiman Emosional dengan Pasangan
Sebuah hubungan romantis tidak hanya bergantung pada kedekatan fisik, tetapi juga pada ikatan emosional yang kuat. Psikologi menjelaskan bahwa keintiman emosional melibatkan rasa aman, kepercayaan, dan perhatian yang diberikan secara eksklusif kepada pasangan.
Ketika seseorang mulai berbagi aspek emosional yang mendalam dengan teman lawan jenis, hal ini dapat melemahkan hubungan utama dan bahkan memicu ketidaksetiaan emosional (emotional infidelity).

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
