Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Februari 2025 | 19.14 WIB

7 Dampak Buruk Curhat dengan Lawan Jenis Soal Hubungan Percintaan: Akar dari Komunikasi Buruk dan Ketidakpercayaan

lustrasi seseorang yang sedang curhat dengan lawan jenis tentang hubungan percintaan. - Image

lustrasi seseorang yang sedang curhat dengan lawan jenis tentang hubungan percintaan.

JawaPos.com – Curhat dengan teman lawan jenis memang bisa terasa nyaman dan melegakan. Namun, jika kebiasaan ini dilakukan secara terus-menerus, terutama dalam hubungan romantis, hal ini dapat memicu berbagai dampak negatif.

Komunikasi yang buruk dan kurangnya keterbukaan dengan pasangan sering kali menjadi pemicu utama ketidakpercayaan dalam hubungan. Rasa curiga yang muncul akibat ketidakseimbangan komunikasi dapat semakin memperburuk keadaan.

Ketika seseorang lebih memilih berbagi cerita dengan lawan jenis daripada pasangannya sendiri, hal ini bisa menimbulkan rasa tidak dihargai dan diabaikan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat mengancam keintiman emosional dan memicu konflik dalam hubungan.

Penelitian menunjukkan bahwa ikatan emosional dengan orang lain di luar pasangan dapat meningkatkan risiko perselingkuhan emosional. Psychology Today menyoroti bahwa hubungan romantis yang sehat bergantung pada kepercayaan dan keterbukaan. Jika salah satu pihak merasa tidak mendapatkan perhatian yang cukup, kepercayaan dalam hubungan bisa melemah.

Melansir Psychology Today, Senin (10/2), inilah tujuh dampak buruk yang dapat timbul akibat kebiasaan curhat dengan lawan jenis, yang berpotensi merusak komunikasi dan kepercayaan dalam hubungan.

1. Rentan Terbawa Perasaan (Baper)

Menurut penelitian yang dikutip oleh Psychology Today, hubungan pertemanan antara lawan jenis sering kali memiliki potensi untuk berkembang menjadi lebih dari sekadar pertemanan.

Penelitian yang dilakukan oleh Monsour, Harris, dan Kurzweil menemukan bahwa 64 persen pria dan 44 persen perempuan melaporkan bahwa hubungan pertemanan mereka dengan lawan jenis akhirnya berkembang menjadi hubungan romantis atau bahkan hubungan fisik.

Hal ini menunjukkan bahwa seringnya berbagi cerita dan berbicara tentang hal-hal pribadi dapat memicu ketertarikan emosional yang tidak disengaja.

2. Memicu Konflik dengan Pasangan

Ketika seseorang lebih nyaman berbagi masalah dengan teman lawan jenis daripada dengan pasangannya sendiri, hal ini bisa menimbulkan perasaan tidak dihargai dan diabaikan.

Psychology Today menyoroti bahwa hubungan yang sehat bergantung pada kepercayaan dan komunikasi terbuka. Jika pasangan merasa bahwa Anda lebih mengutamakan orang lain dalam berbagi masalah ketimbang dirinya, ini dapat merusak fondasi hubungan dan menciptakan konflik berkepanjangan.

3. Mengancam Keintiman Emosional dengan Pasangan

Sebuah hubungan romantis tidak hanya bergantung pada kedekatan fisik, tetapi juga pada ikatan emosional yang kuat. Psikologi menjelaskan bahwa keintiman emosional melibatkan rasa aman, kepercayaan, dan perhatian yang diberikan secara eksklusif kepada pasangan.

Ketika seseorang mulai berbagi aspek emosional yang mendalam dengan teman lawan jenis, hal ini dapat melemahkan hubungan utama dan bahkan memicu ketidaksetiaan emosional (emotional infidelity).

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore