
Ilustrasi kecerdasan emosional. (freepik)
JawaPos.com–Pernahkan Anda merasa seperti ada sesuatu yang memikat dari seseorang tanpa mereka harus mengatakannya? Seperti ada aura yang datang secara alami tanpa usaha yang berlebihan.
Anda mungkin bertanya apa yang sebenarnya membuat mereka begitu menarik? Jika Anda berpikir bahwa daya tarik sosial hanya berkaitan dengan penampilan fisik atau kekayaan mungkin ada beberapa hal yang belum Anda pahami.
Filsafat stoikisme dan psikologi sosial memberi kita pandangan mendalam tentang bagaimana kebiasaan-kebiasaan tertentu dapat membentuk cara interaksi dengan orang lain dan bagaimana itu bisa memperkuat daya tarik sosial kita.
Dilansir dari Kanal Stoikologi, Minggu (9/2) berikut beberapa kebiasaan yang bisa membuat Anda menarik secara sosial menurut filsafat stoikisme.
Ada sesuatu yang memikat dari orang-orang yang tidak langsung membuka semua lapisan diri mereka. Mereka tidak terburu-buru menjelaskan segalanya, tidak merasa perlu selalu didengar dan tidak berusaha mati-matian menarik perhatian.
Mereka memahami satu hal yaitu ketertarikan tumbuh dalam ruang kosong pada hal-hal yang belum terungkap. Markus Aurelius dalam Meditations menulis bahwa orang yang tenang dan terkendali memiliki daya tarik yang sulit dijelaskan.
Ketika seseorang tidak merasa perlu menjelaskan dirinya secara berlebihan, orang lain justru ingin tahu lebih banyak. Albert Bandura dalam teorinya tentang pembelajaran sosial menjelaskan bahwa kita cenderung lebih tertarik pada orang yang tidak mudah ditebak karena itu merangsang rasa ingin tahu kita.
Ada momen ketika seseorang berbicara kepada kita tetapi pikirannya tampak di tempat lain baik itu sekadar anggukan kosong, tatapan yang melayang atau jawaban yang terdengar setengah hati.
Namun ketika seseorang benar-benar hadir dalam percakapan kita merasa dihargai, didengarkan dan yang paling penting kita merasa ada. Neurologi daya tarik sosial menunjukkan bahwa otak manusia merespons kehadiran penuh dengan cara yang mendalam.
Ketika seseorang mendengarkan dengan sungguh-sungguh tanpa terganggu oleh ponsel atau pikirannya sendiri maka otak orang yang diajak bicara melepaskan oksitosin yaitu hormon yang memperkuat rasa kedekatan dan kepercayaan.
Ada orang yang ketika berbicara seolah memiliki kunci tak terlihat yang bisa membuka hati orang lain. Mereka memahami kapan harus berbicara dan kapan harus diam.
Bahkan mereka bisa membaca suasana tanpa perlu banyak bertanya. Kecerdasan emosional adalah salah satu faktor terbesar dalam daya tarik sosial.
Daniel Goleman dalam Emotional Intelligence menjelaskan, orang dengan kecerdasan emosional tinggi lebih mampu mengelola emosi mereka sendiri dan memahami emosi orang lain serta merespons dengan cara yang membangun.
Dalam perspektif neurologi, ketika seseorang merasa benar-benar didengar dan dimengerti maka otak mereka melepaskan oksitosin yaitu hormon yang memperkuat keterikatan sosial.
Orang yang tidak bergantung pada validasi eksternal tetapi tetap terbuka terhadap dunia memiliki daya tarik tersendiri dalam interaksi sosial. Ini bukan tentang menjadi anti sosial atau menarik diri melainkan memiliki ketenangan dalam menjalani hidup dengan cara yang sesuai dengan nilai dan prinsip pribadi.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
