
Bahasa tubuh orang tenang dan percaya diri dalam konflik menurut Psikologi.
JawaPos.com - Mampu membaca bahasa tubuh adalah keterampilan yang sangat berharga. Ini seperti memiliki kekuatan super rahasia yang membantu memahami apa yang sebenarnya dipikirkan orang lain, bahkan saat mereka tidak mengucapkan sepatah katapun.
Sekarang, ini bukan tentang memanipulasi orang lain atau bermain-main dengan pikiran. Ini tentang memahami dan berempati, serta berkomunikasi dengan lebih efektif.
Menurut psikologi, ada kebiasaan tertentu yang dapat meningkatkan kemampuan untuk menangkap isyarat non-verbal secara drastis.
Dilansir dari Hack Spirit, terdapat tujuh kebiasaan dari orang-orang yang pandai membaca bahasa tubuh menurut psikologi.
1. Mereka jeli
Orang yang pandai membaca bahasa tubuh sangat jeli. Mereka tidak hanya mendengar, mereka mendengarkan dengan aktif. Mereka tidak hanya melihat, mereka mengamati. Pengamatan adalah kunci dalam menangkap isyarat bahasa tubuh.
Pengamatan melibatkan perhatian pada gerakan dan ekspresi yang paling halus. Kerutan alis, sedikit perubahan postur, pandangan sekilas, yaitu tindakan yang tampaknya tidak penting ini dapat mengungkapkan banyak hal tentang apa yang sebenarnya dirasakan seseorang.
Namun, menjadi jeli bukan hanya tentang fokus pada orang lain. Ini juga tentang menyadari reaksi diri sendiri. Mengenali bagaimana mereka secara naluriah menanggapi sinyal tertentu dapat memberinya wawasan berharga tentang bagaimana perasaan orang lain.
2. Menangkap ekspresi mikro
Ketidakkonsistenan yang halus dalam ekspresi adalah ekspresi mikro, yaitu ekspresi wajah yang cepat dan tidak disengaja yang seringkali bertentangan dengan ekspresi keseluruhan.
Hal itu terjadi dalam sepersekian detik dan biasanya merupakan hasil dari emosi yang ditekan atau direpresi.
Meskipun kata-kata dan perilakunya secara keseluruhan menunjukkan bahwa ia bersenang-senang, ekspresi mikronya dapat memberi tahu bahwa ada sesuatu yang salah.
Mereka kemudian mengetahui bahwa orang itu sedang mengalami beberapa masalah pribadi saat itu.
Orang yang pandai membaca isyarat bahasa tubuh mahir dalam menangkap ekspresi mikro ini. Mereka memahami bahwa ekspresi sekilas ini seringkali mengungkapkan lebih banyak tentang keadaan emosi seseorang daripada kata-kata atau ekspresi wajah mereka secara keseluruhan.
3. Memahami pentingnya konteks

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
