Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 November 2024 | 21.20 WIB

10 Mitos dan Fakta Seks dan Kehamilan di Kalangan Remaja: Kunci untuk Melindungi Kesehatan Diri dari Risiko yang Tak Diinginkan

Ilustrasi pasangan remaja yang baru mengenal seksualitas. (Freepik) - Image

Ilustrasi pasangan remaja yang baru mengenal seksualitas. (Freepik)

JawaPos.com – Banyak informasi yang beredar tentang seks dan kehamilan, tetapi tidak semuanya benar. Memahami fakta di balik berbagai mitos ini dapat membantu mencegah kesalahan yang berdampak serius.

Kehamilan terjadi ketika sperma berhasil membuahi sel telur. Proses ini melibatkan interaksi kompleks di dalam tubuh manusia, dan banyak faktor yang mempengaruhi kemungkinan terjadinya kehamilan.

Pengetahuan tentang seks dan kehamilan pada remaja sangat penting untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan. Informasi yang benar menjadi kunci untuk melindungi kesehatan diri dan orang lain.

Berikut 10 mitos dan fakta seks dan kehamilan pada remaja yang menjadi kunci untuk melindungi kesehatan diri, dilansir dari laman Webmd, Jumat (22/11).

1. Mitos: Seks kali pertama tidak menyebabkan kehamilan

Fakta: Risiko tetap ada. Sperma dapat membuahi sel telur kapan saja hubungan seksual dilakukan, termasuk saat kali pertama. Kehamilan tidak bergantung pada pengalaman seksual sebelumnya.

Penting memahami bahwa sperma yang masuk ke tubuh dapat memulai proses kehamilan, meskipun aktivitas seksual baru dilakukan kali pertama.

2. Mitos: Seks sambil berdiri mencegah kehamilan

Fakta: Posisi tidak mempengaruhi risiko. Hubungan seksual dengan posisi apapun tetap berpotensi menyebabkan kehamilan.

Sperma mampu berenang melawan gravitasi untuk mencapai sel telur. Memahami fakta ini membantu menghindari asumsi keliru yang dapat berisiko.

3. Mitos: Lompat setelah berhubungan seks mengurangi risiko kehamilan

Fakta: Sperma tetap bisa bertahan. Melompat, berlari, atau aktivitas fisik lain setelah hubungan seksual tidak akan menghilangkan sperma yang telah masuk ke tubuh.

Sperma memiliki kemampuan bertahan hidup di dalam tubuh hingga beberapa hari, sehingga tindakan ini tidak efektif mencegah kehamilan.

4. Mitos: Menstruasi adalah waktu aman untuk berhubungan seks

Fakta: Risiko tetap ada. Sperma dapat bertahan di dalam tubuh hingga tujuh hari. Jika hubungan seksual dilakukan saat menstruasi, ada kemungkinan sperma bertahan hingga sel telur dilepaskan, sehingga kehamilan masih dapat terjadi.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore