Ilustrasi toko fisik. (IST)
JawaPos.com – Memasarkan barang lewat platform online saat ini memang lebih mudah. Tanpa perlu keluar modal lebih banyak, para penjual bisa menjual produknya ‘kapan pun dan di mana pun’ konsumennya berada. Lantas, masih perlukah toko offline?
Diungkapkan Senior Brand Category Project Manager Hypefast, Fadjriansyah, kehadiran toko offline atau secara fisik masih sangat diperlukan. Terutama untuk meningkatkan citra dan membangun koneksi lebih kuat dengan pelanggan.
Terlebih, pada temuan terbaru dari Hypefast berjudul ‘ThinkWithHypefast’ pada 2024, toko fisik menjadi salah satu elemen strategis dalam pengembangan brand. Sehingga harus dilihat toko sebagai investasi.
“Kehadiran toko fisik bukan hanya mendukung pengalaman pengguna, tetapi juga meningkatkan posisi brand di mata pelanggan dan pesaing,” jelas Fadjriansyah baru-baru ini.
Berdasarkan data dari Google Consumer Survey, sekitar 82 persen pembelanja di Indonesia cenderung memilih produk secara online tetapi akan membelinya di toko fisik. Sehingga Toko fisik tidak hanya memberikan kontribusi signifikan terhadap penjualan tetapi juga menjadi penyeimbang antara penjualan online dan offline.
“Awalnya kami tidak menargetkan kontribusi penjualan yang besar dari toko. Namun seiring waktu, ternyata kami melihat kehadiran toko offline memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap brand,” ungkap Fadjriansyah.
Salah satu kunci suksesnya adalah lokasi strategis yang dipilih berdasarkan tingginya jumlah pengunjung dan persaingan di area tersebut. Salah satunya Bohopanna, salah satu brand dalam portofolio Hypefast, memulai ekspansi toko fisik.
Mereka melihat lokasi strategis dengan traffic tinggi menjadi faktor kunci. Saat ini, Bohopanna telah hadir di lebih dari 70 kota di seluruh Indonesia melalui gerai utama dan flagship store.
Terlebih, data Statista mengungkapkan bahwa 70 persen dari konsumen lebih suka membeli produk dari brand yang menggelar acara komunitas atau peluncuran produk di toko fisik. Misalnya, peragaan busana anak-anak Bohopanna mempertemukan keluarga dan menciptakan suasana yang berkesan dan relevan, membuat brand tersebut sangat disukai oleh audiens targetnya.
Demikian pula, acara peluncuran kolaboratif Nona Rara Batik dengan Tuku menumbuhkan komunitas dengan memadukan seni dan kerajinan lokal dengan suasana kumpul-kumpul sosial, memperkuat loyalitas konsumen, dan mendorong pembelian melalui koneksi brand

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
