Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Oktober 2024 | 03.08 WIB

Orang yang Lebih Suka Menjaga Circle Sosial Mereka Tetap Kecil Biasanya Memiliki 7 Sifat Ini Menurut Psikologi

ilustrasi circle sosial kecil yang bahagia/ Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi circle sosial kecil yang bahagia/ Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Orang yang lebih suka menjaga circle sosial mereka tetap kecil sering kali memiliki sifat-sifat khusus yang memengaruhi cara mereka berinteraksi dengan orang lain.

Menurut psikologi, kecenderungan ini bisa muncul dari berbagai faktor, mulai dari kepribadian hingga pengalaman masa lalu.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (22/10), terdapat tujuh sifat yang umumnya dimiliki oleh orang-orang yang memilih untuk menjaga lingkaran sosial mereka tetap kecil.

1. Kualitas Lebih Penting dari Kuantitas

Salah satu sifat utama orang yang lebih suka lingkaran sosial kecil adalah mereka cenderung lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas dalam hubungan sosial mereka.

Mereka tidak tertarik memiliki banyak kenalan atau teman hanya untuk angka.

Sebaliknya, mereka memilih hubungan yang dalam, bermakna, dan autentik.

Secara psikologis, ini sering kali dikaitkan dengan kebutuhan akan keintiman emosional yang mendalam dan keinginan untuk berinvestasi lebih banyak dalam beberapa hubungan yang benar-benar mereka hargai.

Orang dengan sifat ini cenderung lebih memilih percakapan yang mendalam dan bermakna, ketimbang obrolan ringan yang sering kali terjadi di lingkungan sosial yang besar.

Mereka merasa lebih nyaman dengan beberapa orang yang dapat mereka percaya sepenuhnya, yang memahami mereka dengan baik.

2. Sensitif terhadap Overstimulasi Sosial

Beberapa orang yang memilih untuk menjaga circle sosialnya kecil memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap overstimulasi sosial.

Mereka mungkin merasa kewalahan atau lelah jika berinteraksi dengan terlalu banyak orang dalam satu waktu.

Fenomena ini sering kali terkait dengan tipe kepribadian introvert, yang mendapatkan energinya dari waktu menyendiri atau interaksi yang lebih personal dan mendalam, daripada dari interaksi sosial yang intens.

Secara psikologis, otak mereka mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses informasi sosial, sehingga berada di situasi yang ramai atau berisik bisa menjadi hal yang menguras energi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore