
Ilustrasi- Orang yang tumbuh dengan perasaan terlantar dan tak dicintai. (freepik)
JawaPos.com - Setiap individu dibentuk oleh pengalaman masa kecil mereka, dan bagi sebagian orang, masa kecil yang penuh dengan perasaan terlantar dan tidak dicintai dapat meninggalkan bekas yang mendalam.
Ketika anak-anak tidak menerima perhatian, kasih sayang, atau penghargaan yang cukup dari lingkungan mereka, dampak psikologisnya bisa bertahan hingga dewasa. Tanda-tanda yang muncul dari pengalaman ini sering kali terlihat dalam perilaku dan kebiasaan sehari-hari.
Dalam artikel ini, melansir Ideapod, kita akan menjelajahi delapan kebiasaan yang mungkin dimiliki oleh orang dewasa yang tumbuh dalam situasi tersebut, serta bagaimana kebiasaan-kebiasaan ini mencerminkan perjalanan emosional yang kompleks dan berliku.
1) Sensitivitas Berlebih terhadap Penolakan
Mereka sering kali merasa sangat terpengaruh oleh penolakan, baik dalam hubungan pribadi maupun profesional. Setiap kritik atau feedback yang dianggap negatif bisa menjadi pengalaman emosional yang sulit untuk mereka tangani.
2) Berjuang dengan Harga Diri
Mereka mungkin memiliki masalah harga diri yang mendalam, merasa tidak cukup baik, atau selalu merasa tidak layak mendapatkan cinta dan perhatian, meskipun di hadapan orang lain tampak percaya diri.
3) Mencari Validasi Eksternal
Karena tidak menerima cukup perhatian atau penghargaan di masa kecil, mereka sering mencari validasi dari orang lain. Mereka cenderung bergantung pada pujian atau pengakuan dari luar diri untuk merasa dihargai.
4) Merasa Kesepian yang Kronis
Perasaan kesepian yang mendalam dan terus-menerus dapat muncul, meskipun mereka mungkin berada di sekitar banyak orang. Kesepian ini bisa muncul akibat kurangnya rasa keterhubungan emosional yang dimiliki sejak kecil.
5) Mengorbankan Diri dengan Menjadi Terlalu Membantu
Orang yang merasa terlantar mungkin sering mengorbankan diri untuk membantu orang lain. Mereka berharap dengan memberi perhatian atau bantuan, mereka dapat mendapatkan rasa diterima dan dihargai.
6) Masalah Kontrol
Masalah dengan kontrol bisa muncul, di mana mereka merasa perlu mengendalikan situasi atau hubungan secara berlebihan. Hal ini sering kali merupakan respons terhadap perasaan tidak memiliki kendali atas kehidupan mereka saat kecil.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
