
Perilaku orang tua untuk jaga ikatan kuat dengan anak yang telah dewasa menurut Psikologi. (Pexels/Kindel Media)
JawaPos.com – Dalam Psikologi, perilaku orang tua memainkan peran penting dalam menjaga ikatan yang kuat dengan anak yang telah dewasa.
Meskipun anak telah tumbuh menjadi dewasa, orang tua tetap memiliki tanggung jawab untuk memperkuat ikatan ini melalui berbagai perilaku yang positif.
Psikologi menunjukkan bahwa ikatan yang baik antara orang tua dan anak dewasa dapat memberikan rasa aman dan dukungan emosional.
Dilansir dari Hack Spirit pada Kamis (22/8), dijelaskan bahwa ada delapan perilaku orang tua untuk jaga ikatan kuat dengan anak yang telah dewasa menurut Psikologi.
Membangun komunikasi yang terbuka dan jujur merupakan fondasi penting dalam mempertahankan ikatan kuat dengan anak yang telah dewasa.
Baca Juga: 6 Tanda yang Menunjukkan Bahwa Seseorang Dipaksa Menjadi Dewasa di Usia Muda, Menurut Psikologi
Ketika anak-anak tumbuh menjadi orang dewasa, pola komunikasi antara orangtua dan anak perlu berkembang menjadi percakapan dua arah di mana kedua pihak saling mendengarkan, berbagi, dan menghormati sudut pandang masing-masing.
Menerapkan komunikasi terbuka ini memerlukan kejujuran bahkan ketika kebenaran terasa tidak nyaman, serta kemampuan untuk mengekspresikan perasaan tanpa menyalahkan dan mendengarkan tanpa menghakimi. Yang terpenting, orangtua perlu memahami bahwa anak dewasa mereka kini memiliki seperangkat nilai, keyakinan, dan pengalaman hidup sendiri.
Menghormati batasan pribadi anak dewasa merupakan aspek krusial dalam memelihara hubungan yang sehat. Seringkali, orangtua kesulitan melepaskan peran mereka sebagai pengasuh utama dan terlalu ikut campur dalam kehidupan anak-anak mereka yang telah dewasa.
Penting untuk diingat bahwa anak-anak yang telah dewasa membutuhkan ruang untuk berkembang dan membuat keputusan sendiri. Memberikan kepercayaan dan menghormati privasi mereka justru dapat memperkuat ikatan antara orangtua dan anak.
Tidak ada orangtua yang sempurna, dan kemampuan untuk mengakui kesalahan serta meminta maaf merupakan kualitas yang sangat dihargai dalam hubungan orangtua-anak dewasa.
Terkadang, kita membuat keputusan yang mungkin bukan yang terbaik untuk anak-anak kita. Kunci untuk mempertahankan hubungan yang kuat terletak pada keberanian untuk mengakui kesalahan tersebut.
Mengatakan “Saya salah” atau “Maafkan saya” tanpa membiarkan ego menghalangi dapat menjadi demonstrasi rasa hormat yang kuat terhadap anak dewasa kita.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
