Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Agustus 2024 | 18.36 WIB

Orang yang Sering Menyilangkan Tangan Ternyata Memiliki Karakter yang Buruk, Berikut Penjelasan Pakar Psikologi

Ilustrasi menyilangkan tangan (Freepik) - Image

Ilustrasi menyilangkan tangan (Freepik)

JawaPos.com - Bahasa nonverbal seperti menyilangkan tangan dapat mengungkapkan lebih dari apa yang disampaikan oleh kata-kata.

Isyarat verbal dan nonverbal memainkan peran yang relatif sama dengan komunikasi. Namun, nonverbal bisa menjadi lebih ambigu karena tidak memiliki tata bahasa atau makna semantik yang spesifik.

Menyilangkan tangan dalam psikologi komunikasi bisa mempunyai arti yang bermacam-macam.

Menurut Psikoanalis Babita Spinelli, LP yang dikutip oleh JawaPos.com, Senin (19/8) di laman Mind Body Green menyilangkan tangan berarti kita merasa cemas, menolak, tegang, tidak aman, takut, atau merespons tekanan.

Sementara itu David Stephens, mentor senior di Body Language Academy Joe Navarro menyilangkan tangan berarti menciptakan batasan atau penghalang fisik juga bisa menjadi tindakan kenyamanan diri ketika seseorang merasa terbebani.

“ Namun, jika seseorang menyilangkan tangan dan menggenggam kedua lengannya erat-erat, ini mungkin merupakan tanda stres," tambah Stephens.

Disisi lain René Dailey, Ph.D, seorang profesor komunikasi di Universitas Texas di Austin, penelitian juga menghubungkan persilangan senjata dengan sikap defensif, sikap pantang menyerah, dan ketekunan.

Faktanya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang menyilangkan tangan sebelum mengerjakan suatu tugas cenderung bekerja lebih lama dibandingkan mereka yang tidak.

Mengetahui informasi tersebut, orang yang menyilangkan tangan mungkin berusaha untuk fokus atau setidaknya menciptakan kesan kekuasaan dan kendali.

Karena interpretasi tangan bersilang yang saling bertentangan dan berbeda-beda, perilaku nonverbal biasanya memerlukan konteks agar dapat dipahami secara akurat.

“Misalnya, jika orang yang kita ajak bicara menyilangkan tangan tetapi tersenyum pada kita, mencondongkan tubuh ke depan, dan menggunakan vokal yang bersahabat, kemungkinan besar kita tidak menafsirkan tangan yang disilangkan sebagai hal yang negatif,” kata Dailey.

Dia menambahkan, sementara jika tangan disilangkan dibarengi dengan kerutan, jarak, dan alis yang berkerut, maka secara kolektif kita mungkin menyimpulkan bahwa hal itu tidak menguntungkan kita.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore