Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Juli 2024 | 23.41 WIB

Jangan Sampai Ter-manipulasi! Ini 8 Tipe Orang yang Tidak Layak Mendapatkan Kesempatan Kedua Menurut Psikologi

Ilustrasi meminta maaf kepada pasangan - Image

Ilustrasi meminta maaf kepada pasangan

JawaPos.com – Memikirkan apakah Anda harus memaafkan seseorang dan memberi mereka kesempatan kedua, seringkali menjadi salah satu hal yang sulit.

Meskipun memaafkan orang lain merupakan hal yang terpuji, menurut para psikolog, ada beberapa orang yang tidak pantas diberi kesempatan kedua.

Mereka adalah orang-orang yang berpotensi membahayakan kesejahteraan emosional Anda. Dan, jujur ​​saja, tidak seorang pun dari kita membutuhkan drama semacam itu dalam hidup kita.

Dilansir dari Hack Spirit, Jumat (12/7), berikut ini daftar delapan tipe orang yang harus kita pikirkan dua kali sebelum membiarkannya kembali ke dalam kehidupan kita, menurut Psikologi.

1. Orang yang terbiasa berbohong

Kita semua pernah berbohong. Namun, ada perbedaan besar antara kebohongan kecil sesekali dan kebohongan yang dilakukan secara berulang dan terencana.

Pembohong yang terbiasa berbohong merupakan salah satu tipe orang yang mungkin tidak pantas diberi kesempatan kedua.

Sebab, kebohongan yang terus-menerus ini perlahan dapat mengikis kepercayaan, yang merupakan dasar dari setiap hubungan. Hal itu melelahkan, merusak, dan sama sekali tidak mendukung interaksi yang sehat.

2. Manipulator yang emosional

Mereka adalah orang-orang yang memanfaatkan perasaan Anda untuk melawan Anda, demi mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Psikolog memperingatkan kita tentang orang-orang ini. Sebab, mereka akan sangat menguras energi Anda, membuat Anda merasa bersalah dan bingung, dan jarang mengubah taktik manipulatif mereka.

Memberi mereka kesempatan kedua sering kali berarti menghadapi lebih banyak gejolak emosional. Percayalah, ini bukan hal yang menyenangkan.

3. Narsistik

Narsistik adalah orang-orang yang memiliki rasa penting diri berlebihan dan kebutuhan yang besar untuk terus-menerus diperhatikan dan dikagumi.

Yang benar-benar memprihatinkan adalah bahwa hingga 6,2% dari populasi dapat didiagnosis dengan Gangguan Kepribadian Narsistik, menurut sebuah penelitian di The Journal of Clinical Psychiatry .

Orang-orang ini seringkali tidak mau mengakui atau berempati dengan perasaan dan kebutuhan orang lain.

Bila dihadapkan pada kritik, mereka dapat bereaksi dengan amarah atau penghinaan, sehingga sulit mempertahankan hubungan yang sehat.

Memberikan kesempatan kedua kepada seorang narsisis mungkin tidak akan menghasilkan hasil yang berbeda, karena mereka sering menganggap diri mereka sempurna.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore