
Ilustrasi perempuan yang bersepeda dengan bahagia (freepik/terlihat studio)
JawaPos.com – Kebahagiaan sesungguhnya bukan berasal dari konsistensi pencapaian atau kekayaan yang besar, melainkan berasal dari konsistensi dengan kebiasaan-kebiasaan tertentu yang mendorongnya.
Berdasarkan penelitian ilmu saraf, kebiasaan sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap otak kita dan menempatkannya pada jalur kebahagiaan.
Lantas jika ditinjau dari ilmu saraf, apa saja kebiasaan-kebiasaan yang membuat hidup lebih bahagia?
Dilansir dari laman The Vessel, Selasa (11/6), berikut beberapa kebiasaan yang bisa Anda terapkan agar hidup Anda lebih bahagia menurut ilmu saraf diantaranya.
Olahraga adalah aktivitas fisik yang bisa menghasilkan dopamin yang dikenal sebagai nerotransmitter untuk membuat tubuh kita merasa nyaman.
Hormon dopamin ini tidak hanya untuk membantu meningkatkan suasana hati kita setelah berolahraga tetapi memiliki manfaat jangka panjang pada fungsi otak dan kesehatan emosional.
The Greater Good Magazine menjelaskan banyak cara yang dapat dilakukan olahraga untuk membuat kita lebih bahagia dalam jangka panjang. Mulai dari latihan tinggi hingga olahraga yang mampu melepaskan laktat.
Laktan sendiri adalah salah satu hormon yang mengubah neurokimia kita sehingga dapat menurunkan kecemasan dan melindungi kita dari depresi.
Kebiasaan lain untuk membuat hidup lebih bahagia adalah melakukan detoksifikasi digital. Sebab, hal ini ada hubungannya dengan fakta bahwa waktu menatap layar berdampak negatif pada otak.
Mulai dari kita menjadi jarang berpikir hingga kita menjadi pemalas secara mental. Selain itu, keterhubungan yang terus-menerus tersebut bisa mengubah otak kita mengharapkan kepuasan instan. Hal ini tentu bukanlah kebahagiaan yang selama ini ingin kita capai.
Hal ini bukan berarti Anda menghindari ponsel namun Anda perlu lebih bijak dan berhati-hati terkait waktu penggunaan ponsel.
Salah satu bentuk detoks digital yang bisa Anda lakukan adalah dengan menghabiskan waktu di alam terbuka. Menurut penelitian, alam memengaruhi otak dengan cara memulihkan, meningkatkan fokus dan membuat kita lebih kreatif serta fleksibel secara kognitif.
Hal yang menyenangkan tentang kebaikan adalah Anda tidak hanya membuat orang lain bahagia namun Anda sendiri juga merasakan bahagia. Menurut SSM Health, kebaikan secara fisiologis dapat mengubah otak kita secara positif.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
