Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Juni 2024 | 13.45 WIB

Viral Istilah Asian value di Medsos, Apa Hubungannya dengan Politik Dinasti? Inilah Makna dan Artinya, Simak!

Ilustrasi istilah Asian value yang ramai di media sosial./ (Freepik/Grinvalds) - Image

Ilustrasi istilah Asian value yang ramai di media sosial./ (Freepik/Grinvalds)

JawaPos.com – Istilah Asian value mendadak viral di media sosial, memicu perdebatan sengit di kalangan netizen.

Apa sebenarnya makna di balik istilah ini? Dan mengapa tiba-tiba dikaitkan dengan politik dinasti di Indonesia? Jika Anda penasaran, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!

Popularitas istilah Asian value melejit setelah disinggung dalam siniar Total Politik yang berjudul ‘Pandji Pragiwaksono Kaget Sama Jurus Andalan Prabowo?’ yang tayang pada Selasa (4/6/2024).

Dalam siniar tersebut, Pandji Pragiwaksono bertanya kepada Arie Putra, selaku pembawa acara, tentang pandangannya mengenai politik dinasti yang sedang terjadi di Indonesia, termasuk di lingkaran kekuasaan Presiden Joko Widodo.

Pandji menekankan bahwa politik dinasti bisa memberi dampak mengerikan termasuk dapat merusak demokrasi dan merusak jalannya pemerintahan yang bebas kolusi, korupsi, dan nepotisme karena penyalahgunaan kekuasaan.

Hal ini karena efek jangka panjang yang ditimbulkan oleh manuver politik dinasti akan menjadi contoh buruk bagi semua lingkup di negara ini, tak hanya di pemerintahan.

Namun, Arie Putra menanggapi pertanyaan Pandji Pragiwaksono dengan menyatakan bahwa politik dinasti adalah hak asasi manusia, sesuai dengan Asian value yang ia anut.

Apa Itu Asian value?

Secara umum, Asian value mengacu pada nilai-nilai budaya dan tradisi yang dianggap menjadi ciri khas masyarakat Asia. Nilai-nilai ini sering dikaitkan dengan konfusianisme, seperti:

1. Hormat kepada orang tua dan leluhur: Menghargai pengalaman dan kebijaksanaan generasi sebelumnya.

2. Keharmonisan sosial: Menjaga hubungan baik dengan sesama anggota masyarakat.

3. Menekankan pendidikan: Menuntut ilmu dan pengetahuan sebagai kunci kesuksesan.

4. Kerja keras dan hemat: Bekerja giat dan tidak boros sebagai landasan kesejahteraan.

5. Kepentingan kolektif: Mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore