Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Mei 2024 | 13.10 WIB

Psikologis Salah Satunya, Berikut 7 Faktor Orang Penyalahgunaan Narkoba Hingga Berperilaku Adiktif

Ilsutrasi: Obat-obatan terlarang atau narkoba. (freepik) - Image

Ilsutrasi: Obat-obatan terlarang atau narkoba. (freepik)

JawaPos.com - Beberapa individu lebih rentan terhadap penyalahgunaan serta gangguan kecanduan narkoba, dengan berbagai faktor yang berkontribusi pada kerentanan mereka.

Faktor-faktor penyalahgunaan dan kecanduan narkoba ini mencakup berbagai hal, termasuk predisposisi genetik, latar belakang keluarga, aspek psikologis, dan pengaruh sosial.

Penting untuk diakui bahwa apa yang menjadi faktor risiko bagi satu orang mungkin tidak berlaku bagi yang lain. Selain itu, tidak semua orang yang berisiko terkena penyalahgunaan narkoba akhirnya menjadi kecanduan.

Melansir Psychology Today, berikut 7 alasan orang terlibat penyalahgunaan narkoba hingga memunculkan perilaku adiktif:

1. Kerentanan Genetik

Faktor genetik memainkan peran penting dalam menentukan kecenderungan individu terhadap perilaku tertentu, termasuk penggunaan narkoba.

Interaksi antara genetika dan faktor lingkungan dapat menjelaskan mengapa beberapa individu pengonsumsi narkoba berkembang menjadi kecanduan sementara yang lain tidak.

Sebagai contoh, anak-anak dari orang tua alkoholik mewarisi risiko lebih tinggi untuk masalah terkait alkohol yang seringkali disertai dengan impulsivitas yang lebih tinggi.

2. Sikap Budaya

Sikap dan norma-norma masyarakat secara kuat mempengaruhi persepsi dan perilaku individu terkait penggunaan obat terlarang seperti narkoba.

Sebagai gambaran, lingkungan dengan budaya minum yang dominan dan kebijakan pengendalian alkohol yang longgar cenderung memperlihatkan tingkat konsumsi alkohol yang lebih tinggi di kalangan mahasiswa, hal ini terjadi karena akses yang mudah dan adanya kegiatan promosi oleh tempat-tempat sekitar.

3. Insentif Keuangan

Biaya dapat berfungsi sebagai penghalang dalam penggunaan narkoba. Beberapa bukti menunjukkan bahwa orang cenderung mengurangi konsumsi zat adiktif ketika harganya naik.

Sebagai contoh, negara-negara dengan regulasi merokok yang ketat dan pajak tembakau yang lebih tinggi umumnya menunjukkan tingkat merokok yang lebih rendah.

Demikian pula, peningkatan pajak alkohol berkorelasi dengan penurunan konsumsi alkohol, terutama dalam skenario kebiasan minum yang berlebihan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore