Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 April 2024 | 02.57 WIB

12 Masalah yang Hanya Dipahami oleh Orang-orang dengan Tipe Kepribadian INFJ, Apakah Anda Merasakannya Juga?

12 masalah yang hanya dipahami INFJ (introvertdear.com)

JawaPos.com – Salah satu masalah khas dari seseorang dengan kepribadian INFJ adalah merasa sangat lelah dengan dunia.

Seseorang dengan kepribadian INFJ seolah-olah, merasa telah hidup selama lebih dari seribu tahun.

Bagi beberapa orang, menjadi seorang INFJ atau tipe kepribadian Myers-Briggs (MBTI) yang paling langka, bisa terasa seperti sebuah berkah sekaligus juga seperti kutukan.

Misalnya, sebagai seorang introvert, INFJ memiliki dunia batin yang kaya, dan mereka sangat peduli dan berempati.

Namun, INFJ juga menghadapi sejumlah tantangan yang sering kali berkaitan langsung dengan empati dan kepedulian mereka yang mendalam.

Dilansir dari introvertdear.com, Senin (15/4), inilah 12 masalah yang semua INFJ pahami. Masalah-masalah ini tidak hanya terjadi pada INFJ, artinya tipe lain mungkin mengalami hal serupa - tetapi masalah ini sangat umum dan sering terjadi pada tipe kepribadian langka ini.

  1. Orang asing langsung curhat kepada mereka beberapa menit setelah mereka bertemu dengan mereka

Sesuatu tentang INFJ membuat orang asing ingin menceritakan segalanya kepada orang-orang INFJ. Hal ini terjadi berulang kali, baik saat kita berada di lorong produksi, di pesawat terbang, atau sekadar berjalan di jalan. 

Meskipun hal ini tidak selalu menjadi masalah, namun bisa meresahkan ketika orang asing di sebelah Anda tiba-tiba mengungkapkan perasaan mendalamnya karena tidak dicintai oleh ayahnya.

Mungkin karena orang merasakan sifat empati mereka, yang entah mengapa membuat Anda langsung ingin berbagi informasi yang sangat pribadi dengan Anda.

  1. Mereka merasa sangat tua dan sangat muda pada saat yang bersamaan

Dikatakan bahwa INFJ memiliki jiwa yang tua. Sebab, mereka terkadang merasa sangat lelah dengan dunia mereka dan gelisah mencari kedamaian serta makna batin. Mereka mungkin mengalami hal ini sebagai kesadaran yang intens dan hampir abadi akan penderitaan dan kegembiraan dunia. Rumit, bukan?

Ini belum tentu depresi, meskipun INFJ diketahui berjuang dengan kondisi kesehatan mental ini. Sebaliknya, ini lebih merupakan kesedihan yang pahit, seolah-olah mereka telah hidup selama lebih dari seribu tahun. 

Namun di saat yang sama, mereka juga senang tertawa, menari di salju, bermain-main di padang rumput, menonton film Disney, dan adu bantal. Tarik-menarik terus-menerus antara masa muda dan kedewasaan dapat menjadi sumber konflik internal bagi INFJ.

  1. Mereka bisa bersikap sangat keras pada diri sendiri

INFJ adalah lambang perfeksionis. Mendapat nilai 98% dalam ujian? Itu tidak cukup. Mereka menginginkan 100%. Menyelesaikan konflik? Anda mungkin berpikir Anda bisa melakukannya secara berbeda atau lebih efisien. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore