Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Desember 2023 | 18.13 WIB

Mengenal 'Sad Clown Paradox', Sebuah Alibi dari Orang yang Selalu Ceria untuk Menutupi Luka dan Kesepian Mendalam

Ilustrasi sad clown paradox, alibi pada orang yang selalu ceria. /sumber: freepik

JawaPos.com – Ada istilah yang mengatakan, orang yang selalu ceria dan tertawa paling kencang, sebenarnya dia sedang menyimpan luka serta kesepian mendalam. 

Setujukah Anda dengan pendapat tersebut? 

Jika iya, apakah Anda pernah mendengar istilah sad clown paradox?

Sad clown paradox atau bahasa Indonesianya paradoks badut sedih, adalah hubungan kontradiktif antara komedi dan gangguan mental seperti depresi dan kecemasan. Dikutip dari laman DBPedia. 

Dimana, sebuah komedi berkembang sebagai pelepas ketegangan, menghilangkan perasaan kemarahan fisik yang tertekan melalui pelampiasan verbal. 

Serangkaian eksperimen psikologis yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1981, oleh psikolog Seymour Fisher menunjukkan, ciri-ciri sad clown paradox hanya dimiliki oleh komedian dan tidak dimiliki oleh aktor biasa. 

Menurut Seymour, tertawa dapat berkembang sebagai media untuk mempertahankan diri, melepaskan individu dari segala kesulitan yang dihadapi, hingga memungkinkan adanya kendali atas situasi yang tidak nyaman. 

Sad clown paradox dicirikan oleh temperamen siklotimia (gangguan mood yang menyebabkan naik turunnya emosi), dan mendorong terciptanya humor ringan, meskipun ada gejolak batin. 

Sebenarnya, apa alasan yang mempengaruhi terjadinya sad clown paradox pada seseorang?

Melansir dari Radar Jogja (Jawa Pos Grup), ada empat penjelasan mengapa seseorang bisa menjadi sad clown paradox.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore