
Stollen khas Dresden yang ditaburi gula halus ini merupakan roti buah tradisional Jerman yang menjadi sajian ikonik ketika Natal tiba (Dok. European Commission)
JawaPos.com - Menjelang Natal, aroma Stollen kembali memenuhi toko-toko roti di berbagai penjuru Jerman. Roti buah yang identik dengan taburan gula putih ini bukan sekadar kudapan musiman, tetapi bagian dari sejarah panjang yang telah diwariskan sejak ratusan tahun lalu. Sejumlah catatan yang dihimpun dari Baking Heritage menunjukkan bahwa Stollen pada awalnya merupakan roti sederhana untuk masa puasa Advent, ketika bahan-bahan seperti mentega masih dilarang penggunaannya oleh otoritas gereja
Perubahan besar terjadi pada akhir abad ke-15, setelah Paus memberikan izin penggunaan mentega dalam proses pembuatannya melalui dokumen yang dikenal sebagai Butterbrief. Sejak saat itu, para pembuat roti di Dresden mulai bereksperimen dengan menambahkan kismis, buah manisan, kacang almond, dan rempah-rempah, sehingga Stollen berkembang menjadi roti kaya rasa yang kini menjadi ikon perayaan Natal di Jerman.
Laporan dari 196 Flavors menambahkan bahwa bentuk Stollen yang lonjong serta balutan gula putih tidak dipilih sembarangan. Banyak peneliti kuliner memandang bahwa tampilannya menyerupai bayi Yesus yang dibungkus kain putih, sehingga tak heran jika roti ini kerap disebut Christstollen dan dianggap memiliki makna simbolik dalam tradisi keagamaan.
Status Stollen semakin menguat di kancah internasional setelah Uni Eropa menetapkan Dresdner Christstollen sebagai produk dengan perlindungan Protected Geographical Indication (PGI). Aturan ini memastikan bahwa hanya roti yang dibuat di wilayah Dresden, dengan teknik dan bahan baku tertentu, yang boleh menyandang nama tersebut. Penetapan ini disampaikan secara resmi oleh Komisi Eropa melalui skema perlindungan pangan khas daerah.
Dalam laporannya, Associated Press mencatat bahwa pembuat roti di Dresden setiap tahun memproduksi ribuan Stollen untuk memenuhi lonjakan permintaan menjelang Natal. Bahkan, kota Dresden rutin menggelar festival khusus untuk merayakan roti legendaris ini, sebuah tradisi yang telah berkembang menjadi daya tarik wisata tersendiri
Kini, Stollen bukan lagi sekadar roti buah yang hadir di meja makan keluarga saat Natal. Ia telah menjadi simbol perpaduan antara sejarah, tradisi keagamaan, dan identitas kuliner Jerman. Dari roti keras yang dulu dikonsumsi saat masa puasa, Stollen kini tampil sebagai hidangan penuh rasa dan cerita sebuah warisan budaya yang terus hidup di setiap musim dingin.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022