
Ilustrasi anak ketika melakukan pemeriksaan mata. (Freepik)
JawaPos.com - Kesehatan mata anak merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang yang seringkali luput dari perhatian orang tua.
Banyak gangguan penglihatan pada anak yang tidak terdeteksi sejak dini, padahal masa kanak-kanak adalah periode kritis untuk perkembangan sistem visual yang optimal.
Mata sebagai jendela dunia bagi anak memiliki peran vital dalam proses belajar, bermain, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Ketika terjadi gangguan pada fungsi penglihatan, hal ini dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup dan prestasi akademis anak.
Salah satu kondisi mata yang perlu mendapat perhatian khusus adalah amblyopia atau yang lebih dikenal dengan istilah "mata malas". Kondisi ini tidak hanya memengaruhi ketajaman penglihatan anak, tetapi juga dapat mengganggu perkembangan kognitif dan motoriknya.
Deteksi dini terhadap mata malas dapat menjadi kunci utama keberhasilan pengobatan, karena sistem visual anak masih dalam tahap perkembangan hingga usia tertentu.
Sayangnya, banyak kasus mata malas yang baru terdiagnosis ketika anak sudah memasuki usia sekolah, padahal periode emas untuk koreksi sudah hampir terlewati.
Mata malas sendiri adalah kondisi di mana salah satu mata tidak berkembang dengan normal sehingga memiliki ketajaman penglihatan yang lebih rendah dibandingkan mata yang sehat.
Kondisi ini terjadi ketika otak secara bertahap mulai mengabaikan sinyal visual dari mata yang lebih lemah dan lebih mengandalkan mata yang dominan. Proses ini dapat terjadi tanpa disadari karena mata yang sehat akan mengkompensasi kekurangan dari mata yang bermasalah.
Akibatnya, mata yang lemah tidak mendapat stimulasi yang cukup untuk berkembang secara optimal, sehingga ketajaman penglihatannya akan semakin menurun dari waktu ke waktu.
Penyebab mata malas pada anak juga dapat bermacam-macam. Untuk itu, JEC Hospitals and Clinics menyoroti beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya mata malas pada anak.
1. Gangguan refraksi yang tidak terkoreksi
Kondisi ini meliputi rabun jauh (miopia), rabun dekat (hiperopia), dan astigmatisme yang tidak pernah mendapat koreksi kacamata atau lensa kontak sebelumnya.
Gangguan ini dapat dikenali jika orangtua melihat anak sering menyipitkan mata saat melihat objek atau perlu mendekat ke layar televisi untuk dapat melihat dengan jelas.
Ketika gangguan refraksi tidak dikoreksi, mata akan kesulitan fokus dan otak akan mulai mengabaikan sinyal dari mata yang bermasalah.
2. Perbedaan ukuran refraksi yang signifikan antara kedua mata
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor Valencia vs Real Betis di Liga Spanyol: Tuan Rumah Kesulitan Menang!
Prediksi Skor Malaga vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Super Depor Bisa Curi Poin
Prediksi Skor Bodo/Glimt vs NEC Nijmegen di Kualifikasi Liga Champions: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Sabah vs Hapoel Be'er Sheva di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor LASK Linz vs Celtic di Kualifikasi Liga Champions: Kans Berakhir Imbang!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Racing Santander di Liga Spanyol 2026/2027: Azulones Rawan Kecolongan!
Prediksi Skor Bologna vs Lazio di Liga Italia 2026/2027: Misi Sulit Gattuso Bersama Biancocelesti
