
Ilustrasi lengan seseorang yang mengalami campak. (Freepik)
JawaPos.com - Campak adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus dan mudah menyebar melalui udara, terutama lewat droplets atau percikan liur dari penderitanya.
Penyakit ini biasanya ditandai dengan gejala awal berupa demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah berair, kemudian munculnya ruam merah di kulit. Ruam campak biasanya bermula di wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.
Penyakit campak umumnya lebih sering menyerang anak-anak, terutama mereka yang belum mendapatkan imunisasi. Saat ini, sudah terdapat vaksin yang bisa mencegah dan mengatasi masalah campak yaitu vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)
Penyebab Seseorang Terkena Campak
Alasan mengapa vaksin ini tergabung dengan nama lain karena ketiga penyakit ini disebabkan oleh virus yang sama. Dikutip dari Halodoc, penyakit campak atau measles disebabkan oleh infeksi virus bernama rubeola, begitu pun dengan dua penyakit lainnya.
Virus campak diklasifikasikan dalam anggota genus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae. Organ pertama yang diserang oleh virus ini adalah paru-paru, lalu akan mengarah ke kelenjar getah bening karena virus ingin menyebarkan ke seluruh tubuh.
Gejala Penyakit Campak
Seseorang yang terkena infeksi campak akan merasakan gejala yang mirip dengan flu seperti demam, hidung tersumbat, badan lemas dan batuk kering. Dikutip dari Alodokter, gejala akan timbul pada masa inkubasi virus sekitar 7-14 hari setelah infeksi.
Beberapa hari setelahnya, barulah muncul ruam merah di kulit yang biasanya akan muncul pertama pada area wajah dan leher. Jika tidak ditangani secepatnya, campak berpotensi akan membawa gejala yang lebih parah seperti diare, mual, dan muntah.
Cara Penanganan terhadap Penderita Campak
Campak bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan, karena sistem imun tubuh yang sudah beradaptasi untuk melawannya. Namun, untuk mempercepat proses penyembuhan maka cara yang dilakukan pertama adalah dengan minum air secukupnya agar tidak dehidrasi.
Jika diperlukan, minum obat penurun demam seperti paracetamol tapi hindari penggunaan aspirin pada anak karena menyebabkan anak tersebut terkena sindrom Reye. Setelah itu yang perlu dilakukan berikutnya adalah beristirahat, dalam tahap pemulihan sediakan suplemen vitamin A sesuai kebutuhan. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
