
Ilustrasi seseorang yang sedang dalam kondisi Terminal Lucidity, sedang sekarat, namun Tiba-tiba pulih. (Freepik)
JawaPos.com – Terminal lucidity adalah fenomena medis yang menarik dan sering kali membingungkan. Di mana seseorang yang berada dalam kondisi sekarat mendadak menunjukkan tanda-tanda pemulihan atau peningkatan kesadaran.
Dalam momen-momen terakhir kehidupan, pasien yang seharusnya mengalami penurunan kesehatan justru tampak lebih segar, aktif, dan bahkan kembali memiliki nafsu makan.
Kejadian ini menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai makna dan penyebab di balik fenomena tersebut.
Melansir dari Halodoc, terminal lucidity merujuk pada fenomena langka, di mana individu yang sebelumnya tidak responsif atau mengalami penurunan kondisi mental, tiba-tiba mengalami kejernihan mental dan kemampuan berkomunikasi yang jelas, menjelang akhir hidup mereka.
Kejadian ini sering terjadi pada mereka yang menderita beberapa penyakit. Seperti Alzheimer, demensia parah, atau kondisi neurologis serius seperti koma.
Meskipun demikian, mekanisme di balik fenomena ini masih belum sepenuhnya dipahami dan menyisakan banyak pertanyaan dalam bidang medis dan psikologi.
Dalam konteks ini, terminal lucidity bukan hanya sekadar kejadian fisik, tetapi juga melibatkan aspek emosional dan psikologis yang mendalam.
Banyak keluarga dan orang terdekat yang merasa terharu dan bingung, menganggap bahwa pasien telah sembuh, padahal tubuh mereka sebenarnya sudah dalam tahap akhir perjuangan melawan penyakit.
Menurut dilansir dari akun Instagram @Pikology, gejala-gejala yang dialami pasien dalam kondisi Terminal Lucidity meliputi:
Sering kali, keadaan ini dianggap sebagai "kesembuhan" oleh pasien dan keluarga, yang kadang-kadang beranggapan bahwa mereka sudah sehat.
Namun, tanpa kita ketahui, sel-sel tubuh sebenarnya sudah menyerah untuk melawan penyakit yang dialami. Energi yang dulunya digunakan untuk melawan infeksi kini dialihkan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien.
Sebenarnya, otak mengetahui bahwa tubuh pasti akan kalah melawan penyakit yang diderita pasien. Hal ini disebut sebagai respons terakhir sebelum meninggal.
Salah satu warganet, @nopy_ang, dalam komentarnya menyatakan, "Terharu banget sama perjuangan sel dan otak, mereka tau kapan harus berhenti berjuang dan kasih kesempatan terakhir untuk yang punya tubuh feel better lagi."
Komentar lainnya dari akun @maulana_olien “Baca pas bapak lagi di rumah sakit nungguin bapak. Sehat sehat sehat”.
Kejadian Terminal lucidity ini mengingatkan kita akan kekuatan dan keajaiban tubuh manusia, serta bagaimana momen-momen terakhir bisa menjadi sangat berarti, baik bagi pasien maupun bagi orang-orang terdekat mereka.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
