
Suasana proses pengolahan daging kurban di Pemkot Jakarta Selatan. (Istimewa)
JawaPos.com – Dalam hitungan kurang dari dua pekan lagi, kita akan melaksanakan hari raya Idul Adha. Di momen ini, masyarakat biasanya akan mendapat daging kurban.
Para ibu tentunya ingin memasak daging kurban yang bersih dan sehat. Namun, tak banyak yang mengetahui jika daging hasil pemotongan tidak boleh dicuci dengan air.
Bagi para ibu, kekhawatiran akan kebersihan daging tentu saja membuat ketakutan akan terserang penyakit, sehingga anggapan membilas daging menggunakan air adalah solusinya. Ternyata, aktivitas itu adalah penafsiran salah yang justru mengakibatkan kuman tumbuh.
Menurut dr. Hendra SpA, mencuci daging dengan air tidak akan menghilangkan kuman, dan belum ada bukti secara ilmiah terkait daging yang dicuci lebih efektif. Kegiatan itu justru bisa lebih berbahaya karena menyebabkan kontaminasi silang bakteri masuk ke dalam pori-pori daging.
Lalu, bagaimana teknik membersihkan daging kurban dan cara penyimpanannya yang benar? Simak tipsnya agar nilai gizi dan daging tidak cepat busuk.
Pertama, gunakan tisu dapur, bersihkan pada bagian yang kotor di daging saja, pembersihan ini berfungsi untuk menyerap darah, juga kotoran yang terlihat. Jika ada kotoran yang tidak bisa dibersihkan, potong kecil bagian itu untuk dibuang.
Kedua, jangan gunakan air mentah untuk mencuci, karena membersihkan air menggunakan air keran akan membuat daging terkontaminasi dengan kuman. Selain itu, dapat membuat daging menjadi bau. Biarkan keadaan kering daging agar mudah dibersihkan menggunakan tisu.
Ketiga, gunakan air mendidih atau rebus daging, jika merasa masih kurang bersih untuk dimasak, mencelupkan daging bersama air mendidih akan lebih efektif untuk membunuh kuman dan mengangkat kotoran yang menempel. Ini bisa dilakukan sebelum memasak daging olahan.
Keempat, suhu tinggi saat memasak daging dengan cara menggoreng, merebus, dan memanggang sudah mampu membunuh kuman di dalamnya. Jadi, para ibu tidak perlu khawatir akan penyebaran penyakit jika daging tidak dicuci dengan air.
Tips membersihkan tersebut bisa kamu terapkan pada daging kurban maupun daging yang kamu beli di pasar. Ternyata, tidak hanya daging merah, daging ayam pun tidak boleh dicuci karena akan menyebabkan keracunan, dan penyebaran bakteri pada peralatan yang digunakan.
Penyimpanan daging untuk menjaga gizi juga tidak bisa sembarangan. Teknik yang benar akan membuat daging tidak bau dan bertahan lebih lebih lama. Dikutip dalam laman Badan Zakat Nasional, berikut tips untuk menyimpan daging dengan benar.
Gunakan wadah tertutup dan kering. Daging yang belum ingin diolah segera bisa disimpan dengan cara menaruh di tempat yang tertutup agar tidak tercampur dengan makanan lain, yang bisa menyebabkan pembusukan dan bau.
Membumbui daging, seperti menggunakan kunyit, dan garam. Hal tersebut bisa dilakukan agar daging yang ingin disimpan bisa bertahan lebih lama. Bumbu tersebut juga dapat membantu membunuh bakteri pada daging mentah.
Itu adalah cara yang benar dalam mengolah daging kurban, mulai dari cara membersihkan serta menyimpannya karena sudah sesuai anjuran dokter. Daging yang dimasak sampai matang tidak akan menimbulkan penyakit akibat pertumbuhan kuman dan bakteri.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
