
Kemenkes bersama Asosiasi Medis dan GSK Indonesia Peringati Pekan Imunisasi Dunia 2024.
JawaPos.com–Meningkatnya penyakit kronis di antara kelompok usia muda memberikan tekanan besar pada sistem kesehatan dan sosial ekonomi negara. Untuk mengatasi tantangan-tantangan itu diperlukan perubahan paradigma yang berbasis pengobatan ke pola pikir pencegahan yang lebih komprehensif.
Memperluas manfaat vaksinasi untuk melindungi diri terhadap penyakit menular dari masa kanak-kanak hingga usia lanjut menjadi sangat penting. Kementerian Kesehatan dan empat Asosiasi Medis bersama dengan GSK Indonesia, menekankan pentingnya vaksinasi lengkap bagi seluruh kelompok usia dalam menyambut Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2024.
Diharapkan melalui vaksinasi lengkap, generasi muda dan lansia dapat hidup sehat dan aktif. Sehingga dapat berkontribusi pada perekonomian dengan memperpanjang produktivitas dan mengurangi beban biaya perawatan kesehatan.
Dokter Mohammad Syahril Mansyur, Sp.P., MPH, Juru Bicara Kementerian Kesehatan mengatakan, pemerintah telah menyusun fokus agenda Program Imunisasi Nasional 2024. Yakni dengan tema untuk seluruh kelompok usia, serta mengantisipasi segala tantangan yang mungkin muncul dalam pemenuhan tingkat vaksinasi secara keseluruhan di kalangan anak-anak dan dewasa.
Pemberian vaksinasi menjadi sangat penting dalam menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat sekaligus sebagai bekal untuk menuju Indonesia Maju 2045. Vaksinasi bukan hanya untuk anak-anak tapi juga kelompok dewasa. Sebab, prinsipnya adalah melatih sistem imun tubuh agar bisa melawan penyakit menular.
Pemerintah menyampaikan dukungan atas inisiatif yang dilakukan GSK Indonesia dalam memberikan apresiasi kepada para pemangku kepentingan terkait. Mulai dari asosiasi hingga sektor swasta atas kontribusi dan kegigihan mereka dalam menyukseskan Program Imunisasi Nasional.
IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), salah satu Asosiasi Medis di Indonesia turut berkomitmen dalam menyukseskan Program Imunisasi Nasional. Yakni melalui upaya peningkatan perlindungan bagi anak-anak dari Vaccine-Preventable Diseases (VPD).
Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K), Ketua Satgas Vaksinasi IDAI mengatakan, Indonesia telah mengalami penurunan cakupan vaksinasi yang cukup berdampak pada target vaksinasi nasional terlebih pada masa pandemi. Dari 2018-2023 secara akumulatif jumlah anak yang tidak mendapatkan vaksinasi sama sekali mencapai 1,8 juta anak.
”IDAI akan mengimplementasikan serangkaian strategi, seperti menyampaikan pentingnya keterampilan komunikasi dokter dalam menginformasikan topik-topik terkait masalah vaksinasi untuk mengatasi keraguan dan disinformasi terhadap vaksinasi di masyarakat,” ujar Mohammad Syahril Mansyur.
Selain itu, lanjut dia, IDAI juga mendorong dukungan dari pemerintah agar dapat memperluas jangkauan akses vaksinasi dan memaksimalkan ketersediaan vaksin sesuai dengan pedoman terbaru.
Sementara itu, Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, KAI, FACP, kepala Tim Vaksinasi Dewasa PAPDI menjelaskan, dalam pemenuhan tingkat vaksinasi untuk seluruh kelompok usia masih memiliki kendala yang harus diselesaikan secara kolektif. PAPDI berkomitmen untuk berkolaborasi dengan pemerintah, mitra swasta, para ahli, advokat, dan komunitas dalam memastikan lebih banyak masyarakat memahami pentingnya vaksinasi dan mengakses vaksin dewasa sesuai jadwal vaksinasi dewasa.
Tenaga kesehatan juga melihat adanya perubahan pada masyarakat pasca Covid-19, masyarakat kini tahu pentingnya vaksinasi. Prof. Samsuridjal mengajak masyarakat untuk terus aktif dalam mendorong pemerintah maupun asosiasi medis untuk memberikan kelancaran pada hak masyarakat untuk melengkapi imunisasi.
”Dukungan dari pemerintah juga dibutuhkan dalam penambahan lokasi vaksinasi dewasa, peningkatan jumlah vaksinator, dan ketersediaan vaksin dewasa khususnya untuk lansia sebagai program jaminan BPJS sehingga dapat tercapainya proteksi di seluruh kelompok usia,” tutur Samsuridjal Djauzi.
Menurut data Ikatan Dokter Indonesia (IDI), rasio dokter spesialis di tanah air adalah 0,28 dan dokter umum 1,12 per 1.000 penduduk. Saat ini Indonesia kekurangan sebanyak 96.143 dokter umum.
Dokter Taupan Ikhsan Tuarita, MH, sekretaris Jenderal Pengurus Harian PP PDUI mengatakan, peran dokter umum sebagai salah satu ujung tombak pelaksana vaksinasi di Indonesia menjadi peluang yang harus dimaksimalkan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
