
Petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) menimbang berat badan balita saat imunisasi di Puskesmas Karawaci Baru, Kota Tangerang, Banten, JUmat (15/5/2020). Pelayanan imunisasi tersebut tetap dilakukan di tengah pandemi COVID-19 demi menjaga kes
JawaPos.com - Imunisasi ganda menjadi salah satu cara untuk mengejar keterlambatan vaksinasi pada anak. Ketua Indonesia Technical Advisory Group of Immunization (ITAGI) Prof. Dr. Sri Rezeki Hadinegoro, dr., Sp.A (K) imunisasi ganda dalam rangka mengejar keterlambatan sangat bermanfaat, terutama untuk melindungi anak pada saat yang rentan.
Diungkapkan Prof. Sri, imunisasi ganda, bukanlah hal baru di dalam dunia vaksinasi. Banyak negara lain yang telah menerapkan metode tersebut. "Imunisasi ganda artinya dua vaksin yang berbeda, kemasannya lain, tapi diberikan pada saat yang bersamaan. Dia bisa diberikan misalnya satu di paha kiri dan satu di paha kanan, yang satu IPV polio yang satu lagi DPT-HB-HIB, itu yang kita sebut imunisasi ganda," ujar Prof. Sri.
Di Indonesia, imunisasi ganda telah dimulai sekitar tahun 2012 dengan Yogyakarta menjadi daerah percontohan. Imunisasi ganda juga pernah dilakukan di daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat serta Bangka Belitung.
Baca Juga: IDAI Bagikan Tips Bagaimana Mengantisipasi Anak Rewel saat Imunisasi
"Kita melihat di daerah-daerah itu diterima dengan baik, maka dari itu kemudian dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan di seluruh Indonesia," ucapnya.
Lebih lanjut Prof. Sri mengungkapkan, kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang ditimbulkan oleh imunisasi ganda juga tidak berbeda dengan imunisasi tunggal. Oleh karena itu, dia pun mendorong agar metode imunisasi ganda bisa lebih disosialisasikan kepada masyarakat agar upaya mengejar keterlambatan imunisasi bisa berjalan maksimal.
Selain imunisasi ganda, cara lainnya yang bisa dilakukan untuk mengejar keterlambatan imunisasi pada anak adalah pemberian vaksin kombinasi. Vaksin kombinasi adalah vaksin yang mengandung sejumlah antigen penyakit yang diberikan dalam satu kali suntikan.
