
Ilustrasi Bayi.
JawaPos.com - Bersamaan dengan imunisasi, sebagian orang tua merasa khawatir jika bayinya rewel sebelum maupun usai disuntik. Satgas (Satuan Tugas) Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun berbagi tips bagaimana mengantisipasi bayi menjadi rewel saat imunisasi.
Dilansir dari ANTARA, Senin (29/5), Ketua Satgas (Satuan Tugas) Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Hartono Gunardi mengungkapkan, jika ada ibu yang khawatir anaknya rewel saat imunisasi, maka bisa dicoba untuk memberi ASI sebelum disuntik.
Sebab, ungkap Hartono, terdapat studi bahwa bayi yang kenyang akan merasa lebih tenang. Sehingga diharapkan tangisannya tidak seheboh jika belum diberikan ASI. Adapun bagi anak balita yang sudah tidak mendapat ASI, kata dia, dapat diberikan susu formula atau minuman yang manis.
"Karena juga ada studi bahwa sukrosa (gula pada minuman) juga membantu anak menjadi lebih tenang," ujarnya.
Lalu, memeluk anak sebelum imunisasi juga bisa menambah rasa aman dan tenang pada anak. Untuk itu, diharapkan para ibu tidak ragu-ragu dalam mengimunisasi anak mereka. Sebab meskipun terdapat efek samping, kejadiannya tidak akan membuat anak menjadi sakit parah.
"Kami pernah adakan penelitian hanya satu dari seratus anak yang demam tinggi, sangat aman tidak usah khawatir," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso mengatakan upaya peringanan rasa sakit saat diimunisasi juga dapat dibantu dengan penggunaan alat yang bernama shot blocker, yang berfungsi untuk meringankan rasa sakit akibat jarum suntik.
"Adanya berbagai vaksin tidak bisa menyelamatkan anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), vaksinasilah yang menyelamatkan kehidupan anak," kata Piprim.
