Ilustrasi orang yang mengalami gangguan halusinasi.
JawaPos.com - Sering berkhayal atau malah mengalami halusinasi? Banyak orang menyalahartikan halusinasi sebagai sebuah khayalan. Padahal, gangguan kejiwaan ini bisa berdampak serius dan wajib diwaspadai.
Dokter Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) Astuti menyebut pentingnya untuk mengenali pemicu dan jenis halusinasi, sehingga bisa mengambil respons yang tepat. Astuti menjelaskan, halusinasi adalah kondisi ketika seseorang merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada, tanpa adanya rangsangan eksternal.
"Halusinasi yang sering disalahpahami sebagai khayalan, merupakan gangguan persepsi serius yang perlu diwaspadai," katanya kepada Antara, dikutip Sabtu (5/7).
Halusinasi adalah pengalaman sensorik yang tidak berdasarkan pada stimulus nyata, tetapi dirasakan nyata oleh individu yang mengalaminya. Astuti menambahkan bahwa halusinasi termasuk dalam kategori gangguan jiwa, sebuah kondisi kompleks yang memengaruhi cara berpikir, emosi, dan perilaku seseorang.
Astuti menekankan bahwa angan-angan biasa pada orang normal berbeda dari halusinasi. "Angan-angan adalah hal yang wajar bagi setiap orang. Namun, jika halusinasi sudah mengganggu dan parah, perlu dilakukan serangkaian pemeriksaan medis untuk penanganan lebih lanjut," ucapnya.
Jenis halusinasi
Ia memaparkan, halusinasi memiliki beragam jenis, bergantung pada indera yang terpengaruh.
Ini meliputi halusinasi auditorik (pendengaran), dimana individu mendengar suara atau bunyi tanpa sumber nyata.
Selain itu, halusinasi visual (penglihatan), yaitu ketika seseorang melihat objek atau bayangan yang tidak ada.
Kemudian, halusinasi olfaktorik (penciuman), yang melibatkan penciuman bau tidak nyata.
Selanjutnya, halusinasi taktil (peraba), dimana individu merasakan sentuhan atau sensasi pada kulit tanpa adanya kontak fisik dan halusinasi gustatorik (pengecap), yakni merasakan rasa aneh di mulut tanpa ada makanan atau minuman.
Penyebab halusinasi
Dokter Astuti menguraikan beberapa faktor utama yang dapat memicu halusinasi. Gangguan jiwa murni menjadi penyebab umum, dimana halusinasi sering terjadi pada penderita skizofrenia, gangguan bipolar, dan depresi.
Selain itu, penyalahgunaan zat psikoaktif, seperti narkoba dan alkohol juga dapat memicu halusinasi.

11 Tempat Kuliner Gudeg di Surabaya Paling Enak Soal Rasa Bikin Nostalgia dengan Jogja
Penjelasan PLN Jakarta Mati Lampu Serentak Hari Ini, MRT hingga Lampu Merah Padam Total
Imran Nahumarury Angkat Bicara Usai Semen Padang Kalah dari Persib Bandung
BMKG Prediksi El Nino 2026 di Jatim Lemah, Tak Sekering 2023
Pengganti Bruno Moreira Sudah Ditemukan? Winger Rp 1,74 Miliar Ini Bikin Persebaya Surabaya Punya Senjata Baru
Rekomendasi 11 Kuliner Serba Kikil di Surabaya yang Empuk, Gurih dan Bumbu Khas yang Nendang
Jelajah 13 Kuliner Kebab di Surabaya yang Murah Meriah Isian Melimpah dan Rasa Juara
Masih Kekurangan Pegawai Terutama Guru, Pemkab Gresik Pastikan Tak Ada Pemecatan PPPK, Belanja Pegawai Hanya 29 Persen
Usai Kalahkan Australia, Ini Calon Lawan Timnas Futsal Indonesia di Semifinal AFF 2026
Update 4 Rumor Transfer Bintang Timnas Indonesia Musim Depan! Libatkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya dan PSV Eindhoven
