Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Januari 2025, 20.49 WIB

Dilep atau Nyeri Haid Berlebihan, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi: Wanita yang mengalami nyeri haid. (Pexels) - Image

Ilustrasi: Wanita yang mengalami nyeri haid. (Pexels)

JawaPos.com - Nyeri haid atau yang sering disebut dilep merupakan keluhan umum yang dialami wanita saat menstruasi. Rasa nyeri ini biasanya terjadi di bagian bawah perut dan dapat bervariasi tingkat keparahannya, mulai dari ringan hingga cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

Secara umum, menstruasi terjadi setiap bulan, dan nyeri haid normal dialami pada hari pertama hingga hari ketiga. Gejalanya bisa berupa kram perut, mual, muntah, hingga diare. Namun, jika nyeri haid terasa lebih hebat dari biasanya atau berlangsung lebih lama, kondisi ini patut diwaspadai karena bisa menjadi tanda gangguan kesehatan tertentu.

Dilansir dari Halodoc (16/1), nyeri haid disebabkan oleh kontraksi rahim selama menstruasi untuk mengeluarkan lapisan endometrium. Kontraksi ini memicu pelepasan hormon prostaglandin, yang dapat menimbulkan rasa sakit dan peradangan. Semakin tinggi kadar prostaglandin dalam tubuh, semakin kuat nyeri haid yang dirasakan.

Biasanya, nyeri haid akan mereda dengan sendirinya dalam satu hingga dua hari. Namun, jika rasa sakit berlangsung lama dan semakin parah, bisa jadi itu merupakan gejala dari gangguan kesehatan berikut, seperti yang dilansir dari Hellosehat (16/1):

  • Endometriosis
    Jika nyeri haid berlangsung terus-menerus dan terasa tidak tertahankan, kondisi ini bisa menjadi tanda endometriosis. Endometriosis terjadi ketika jaringan yang menyerupai lapisan rahim tumbuh di luar rahim, menyebabkan rasa sakit yang intens selama menstruasi.

  • Fibroid Rahim
    Nyeri haid yang disertai dengan pendarahan berlebihan dapat menjadi indikasi adanya fibroid rahim, yaitu pertumbuhan tumor jinak di dalam rahim. Kondisi ini bisa menyebabkan anemia akibat kehilangan darah yang berlebihan.

  • Adenomiosis
    Kondisi ini terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh ke dalam dinding otot rahim, menyebabkan penebalan rahim yang membuat menstruasi terasa lebih nyeri dari biasanya.

  • Radang Panggul
    Infeksi serius pada organ reproduksi wanita ini bisa menyebabkan nyeri panggul yang intens, terutama saat menstruasi. Infeksi ini umumnya disebabkan oleh bakteri yang menyebar dari vagina ke rahim dan saluran tuba.

  • Untuk meredakan nyeri haid, beberapa cara alami bisa dilakukan, seperti mengompres perut dengan air hangat untuk membantu otot rahim lebih rileks. Jika nyeri haid semakin parah hingga mengganggu aktivitas atau menyebabkan pingsan, sebaiknya segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    Editor: Ilham Safutra
    Tags
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore