Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Januari 2025, 00.05 WIB

Wajib Tahu! Ini 7 Rahasia Psikolog untuk Mencegah Anak Jadi Korban Tindakan Asusila Secara Efektif

Ilustrasi. Membentuk ikatan antara ibu dan anak bisa dilakukan meski sibuk bekerja. (PARENT.COM) - Image

Ilustrasi. Membentuk ikatan antara ibu dan anak bisa dilakukan meski sibuk bekerja. (PARENT.COM)

 
JawaPos.com - Kasus tindakan asusila terhadap anak terus menjadi momok yang meresahkan masyarakat. Berbagai kejadian memilukan terjadi berulang kali dengan pola yang sama, menandakan pentingnya langkah pencegahan sejak dini.
 
Salah satu kasus terbaru datang dari Ciledug, Kota Tangerang, seorang guru ngaji berinisial W, 40, diduga melakukan tindakan asusila terhadap puluhan muridnya selama 24 tahun terakhir. Kasus ini terungkap setelah salah satu korban, F, 18, memberanikan diri menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya pada, Kamis (2/1). 
 
Mengingat kasus serupa kerap terjadi, penting bagi orang tua dan pendidik untuk lebih proaktif dalam melindungi anak dari potensi tindakan asusila. Berikut 7 langkah pencegahan yang disarankan oleh para psikolog untuk membantu anak lebih berani melindungi diri mereka:
 
1. Pengenalan yang yepat tentang bagian tubuh sejak dini
Mengutip Child Rescue Coalition, mengajarkan anak mengenali bagian tubuh mereka merupakan langkah dasar yang sangat penting. Gunakan nama anatomi yang benar, seperti 'vagina' dan 'penis', alih-alih istilah lain yang kurang spesifik.
 
Hal ini membantu anak memahami tubuh mereka dan memudahkannya untuk mengomunikasikan hal-hal yang tidak nyaman secara jelas.
 
2. Ajarkan Anak Berkata "Tidak"
Langkah berikutnya, orang tua harus mengajarkan anak tentang mengenali situasi yang berpotensi membahayakan dan bagaimana cara menghindarinya. Latih mereka untuk berkata "tidak" dengan tegas dan mencari bantuan jika merasa terancam.
 
3. Bangun Komunikasi yang Terbuka
Ciptakan lingkungan di mana anak merasa nyaman dan aman untuk berbicara tentang pengalaman atau perasaan yang membuat mereka tidak nyaman. Dengarkan dengan empati tanpa menghakimi, agar anak merasa didukung dan dihargai.
 
Banyak kasus terjadi karena anak takut bercerita kepada orang tua, baik karena ancaman pelaku maupun rasa takut dimarahi.
 
4. Perkenalkan Konsep Batasan Tubuh
Melansir Child Mind Institute, penting bagi anak untuk memahami batasan fisik. Ajarkan mereka untuk menjaga dan menghormati batasan tubuh, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.
 
Ketidaktahuan akan batasan sering menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku untuk mendekati anak.
 
5. Latihan Melalui Permainan Peran (Role Play)
Simulasikan situasi yang mungkin terjadi agar anak tahu cara merespons perilaku tidak pantas. Dengan berlatih, anak akan lebih siap menghadapi situasi nyata dan mampu mengambil tindakan yang tepat.
 
6. Awasi Lingkungan Sosial Anak
Pantau interaksi anak dengan orang di sekitarnya, termasuk guru, teman, dan kerabat. Pastikan lingkungan tersebut aman dan bebas dari potensi pelecehan.
 
Selain itu, orang tua juga harus mengawasi aktivitas online anak. Ajarkan anak untuk tidak berbagi informasi pribadi kepada orang asing secara daring.
 
7. Perkaya informasi edukasi bagi orang tua dan anak
Orang tua juga perlu memahami pendidikan seksualitas agar dapat memberikan informasi yang tepat dan sesuai usia kepada anak.
 
Menurut Parents Protect, buku edukasi yang sesuai dengan usia anak dapat menjadi alat efektif untuk mengajarkan keselamatan pribadi. Diskusi yang dimulai dengan buku dapat menjadi cara yang ringan namun bermakna.
 
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dengan rasa percaya diri untuk melindungi diri mereka sendiri, sehingga meminimalkan risiko menjadi korban tindakan asusila.
 
Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore