
seseorang yang berpura-pura baik./Freepik/freepik
JawaPos.com - Di permukaan, mereka tampak baik-baik saja. Senyumnya mudah muncul, jawabannya selalu singkat dan aman: “Aku nggak apa-apa.” Mereka tetap bekerja, tetap bercanda, tetap hadir dalam pergaulan.
Namun psikologi menunjukkan bahwa di balik topeng “semuanya baik-baik saja”, sering kali tersembunyi pergumulan batin yang sunyi dan melelahkan.
Berpura-pura kuat bukanlah tanda kelemahan, melainkan strategi bertahan. Sayangnya, strategi ini sering dibayar mahal oleh kesehatan mental.
Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (27/12), terdapat tujuh pergumulan batin yang kerap dialami oleh orang-orang yang terlihat paling tegar—namun sesungguhnya sedang berjuang sendirian.
1. Kelelahan Emosional yang Tak Pernah Benar-Benar Pulih
Menurut psikologi, menekan emosi secara terus-menerus membutuhkan energi mental yang besar.
Orang yang selalu “baik-baik saja” sering mengalami emotional exhaustion—kelelahan batin yang tidak hilang meski sudah tidur atau libur.
Mereka mungkin tidak bisa menjelaskan kenapa selalu lelah, padahal tidak melakukan aktivitas berat.
Sebab lelahnya bukan di tubuh, melainkan di jiwa. Setiap hari mereka menahan sedih, kecewa, atau marah agar tidak “merepotkan” orang lain.
2. Ketakutan Menjadi Beban bagi Orang Lain
Salah satu akar dari kepura-puraan ini adalah keyakinan batin: “Kalau aku jujur, aku akan merepotkan.” Psikologi menyebut ini sebagai pola self-silencing, yaitu kebiasaan membungkam kebutuhan diri demi menjaga hubungan sosial.
Mereka memilih diam bukan karena tidak butuh bantuan, tetapi karena takut ditolak, dihakimi, atau dianggap lemah. Ironisnya, semakin mereka diam, semakin berat beban yang mereka pikul sendiri.
3. Perasaan Kesepian Meski Dikelilingi Banyak Orang
Kesepian tidak selalu berarti sendirian. Banyak orang yang berpura-pura baik-baik saja justru merasa sangat kesepian di tengah keramaian. Mereka hadir secara fisik, tetapi tidak secara emosional.
Karena tidak pernah benar-benar jujur tentang perasaan mereka, hubungan yang terjalin pun terasa dangkal. Psikologi menyebut kondisi ini sebagai emotional loneliness—kesepian yang muncul karena tidak adanya koneksi emosional yang autentik.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
