
Kurang sabar adalah salah satu tanda orang tua dengan pola asuh otoriter (freepik)
JawaPos.com - Hubungan antara orang tua dan anak tidak berhenti ketika anak tumbuh dewasa. Justru, fase dewasa sering menjadi cermin dari bagaimana pola asuh dibangun sejak kecil.
Banyak orang tua merasa telah memberikan segalanya—nafkah, pendidikan, dan perhatian—namun tetap bertanya-tanya mengapa anak yang sudah dewasa terasa menjauh dan menjaga jarak secara emosional.
Psikologi menjelaskan bahwa rasa hormat anak kepada orang tua bukanlah sesuatu yang muncul otomatis seiring bertambahnya usia.
Rasa hormat dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan orang tua dari hari ke hari.
Sayangnya, ada sejumlah perilaku yang terlihat sepele, bahkan tidak disadari, tetapi perlahan justru mengikis kepercayaan dan rasa hormat anak hingga dewasa.
Dikutip dari laman Geediting, Selasa (23/12), berikut sembilan perilaku orang tua yang sebaiknya dihindari jika ingin tetap dihormati oleh anak ketika mereka tumbuh dewasa.
Ketika anak mengungkapkan kesedihan, kekecewaan, atau kemarahan, respons seperti “itu bukan masalah besar” atau “kamu terlalu sensitif” bisa terasa praktis bagi orang tua. Namun, psikologi menunjukkan bahwa sikap ini membuat anak merasa emosinya tidak valid.
Anak yang tumbuh dengan perasaan tidak didengar cenderung menutup diri saat dewasa. Rasa hormat tumbuh ketika anak merasa dipahami, bukan dihakimi.
Orang tua yang menolak meminta maaf mengajarkan bahwa otoritas tidak perlu bertanggung jawab. Padahal, mengakui kesalahan justru menunjukkan kedewasaan emosional.
Permintaan maaf yang tulus mengajarkan anak bahwa menghormati orang lain dimulai dari kejujuran dan tanggung jawab atas tindakan sendiri.
Kalimat seperti “coba kamu seperti kakakmu” atau “anak lain bisa, kenapa kamu tidak” sering dianggap sebagai motivasi. Faktanya, perbandingan merusak harga diri dan menumbuhkan rasa tidak cukup.
Anak yang terus dibandingkan akan membawa luka tersebut hingga dewasa dan menjaga jarak secara emosional dari orang tua.
Mengapresiasi nilai, gelar, dan pencapaian memang penting, tetapi jika kasih sayang hanya muncul saat anak berprestasi, anak belajar bahwa cinta bersyarat.
Psikologi menyebutkan bahwa anak perlu dihargai atas usaha dan karakter, bukan hanya hasil. Tanpa itu, rasa hormat bisa berubah menjadi sekadar kepatuhan.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
