Ilustrasi kebiasaan suka menyimpan kotak sepatu menurut psikologi. Freepik
JawaPos.com - Kita semua punya satu teman yang menolak membuang kotak sepatu sehabis mereka beli.
Barang-barang itu ditumpuk rapi di lemari, diselipkan di bawah tempat tidur, atau ditumpuk tinggi di gudang.
Ketika ditanya mengapa mereka menyimpannya, jawabannya hampir selalu sama, untuk berjaga-jaga.
Kedengarannya cukup aman, tetapi kebiasaan itu seringkali mengungkapkan lebih banyak tentang seseorang daripada yang mereka sadari.
Dilansir dari Geediting, ini bukan tentang kotak-kotaknya sama sekali. Melainkan tentang psikologi, pola pikir, dan bagaimana seseorang berhubungan dengan kendali, keamanan, dan perubahan.
Jika Anda pernah menyimpan kotak sepatu karena alasan yang tidak dapat Anda jelaskan sepenuhnya, atau mengenal seseorang yang melakukannya, Anda mungkin akan mengenali pola ini.
1. Nyaman dalam Kesepian
Menyimpan segala sesuatunya untuk berjaga-jaga seringkali bermula dari keinginan untuk siap menghadapi apapun.
Orang yang menyimpan kotak sepatu cenderung memiliki kebutuhan yang kuat akan rasa aman.
Mereka senang mengetahui bahwa mereka memiliki pilihan cadangan, bahkan untuk situasi yang mungkin tak akan pernah terjadi.
Ini bukan penimbunan atau penumpukan barang semata. Ini adalah jaminan yang tenang bahwa mereka tidak akan pernah lengah.
Tipe orang seperti ini mungkin juga membawa payung cadangan di mobilnya atau menyimpan baterai cadangan di laci.
Ini bukan kecemasan, melainkan kebutuhan untuk merasa mampu dan mandiri. Namun, ada batas tipis antara kesiapan dan perencanaan yang berlebihan.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
