Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Juli 2025 | 17.08 WIB

Orang yang Selalu Merasa Tenang dalam Keadaan Darurat, Kerap Memiliki 8 Tanda Kepribadian Ini

 

Ilustrasi orang yang merasa tenang. (freepik.com/katemangostar)

JawaPos.com - Memiliki sikap tenang apalagi dalam keadaan darurat adalah suatu hal yang paling menantang, dan ilmu inilah yang penting untuk dipelajari oleh manusia agar mampu menangani masalah dengan bijaksana.

Apabila kita tidak belajar bersikap tenang dalam keadaan darurat, banyak dampak negatif yang bisa terjadi. Contohnya bisa salah dalam mengambil keputusan, merasa cemas atau stres terus-menerus, atau renggangnya hubungan dengan orang lain.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Kamis (10/07) orang yang selalu merasa tenang dalam keadaan darurat, kerap memiliki 8 tanda kepribadian ini :

1. Mereka memiliki rasa kendali pribadi yang mendalam

Orang-orang yang tetap tenang dalam keadaan darurat memiliki satu keyakinan mendasar yang sama, mereka dapat memengaruhi hasil dari apa yang terjadi di sekitar mereka.

Ini bukan tentang menjadi terlalu percaya diri atau berpikir bahwa mereka tak terkalahkan. Sebuah studi terhadap 214 penyintas bencana menemukan bahwa orang-orang yang percaya bahwa mereka dapat mengelola krisis saat terjadi bencana, melaporkan gejala stres pascatrauma yang jauh lebih sedikit.

Mereka berfokus pada apa yang dapat mereka lakukan daripada apa yang tidak dapat mereka kendalikan.

2. Mereka berlatih regulasi emosi secara teratur

Orang-orang yang paling tenang dalam keadaan darurat tidak tiba-tiba mencapai ketenangan itu, mereka telah membangunnya melalui latihan sehari-hari. Mereka telah mengembangkan kebiasaan yang melatih sistem saraf agar tetap seimbang di bawah tekanan.

Baik melalui meditasi, latihan pernapasan dalam, atau sekadar berhenti sejenak sebelum bereaksi terhadap stres sehari-hari, mereka telah menciptakan jalur saraf yang membantunya di saat-saat paling dibutuhkan.

Para peneliti menemukan bahwa latihan mindfulness secara teratur mengubah susunan saraf otak, meredam alarm amigdala, dan meningkatkan kontrol prefrontal—sehingga responden pertama dapat berpikir jernih dan tetap tenang di saat-saat penuh tekanan.

Ini bukan tentang menekan emosi atau berpura-pura semuanya baik-baik saja. Tapi sebaliknya, mereka telah belajar untuk mengakui apa yang mereka rasakan tanpa merasa kewalahan.

3. Mereka menunjukkan ketahanan psikologis

Beberapa orang tampaknya memiliki mental sekuat baja yang membuatnya tetap teguh ketika hidup mengalami gejolak. Kualitas ini dikenal sebagai ketahanan psikologis, muncul sebagai kombinasi komitmen, kendali, dan pencarian tantangan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore