Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Juni 2025 | 17.55 WIB

Psikolog Minta Publik Jangan Terburu-Buru Labeli Anak Pelaku dan Korban Asusila

ILUSTRASI: Kasus asusila. (Dok. JawaPos.com) - Image

ILUSTRASI: Kasus asusila. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Kasus asusila yang melibatkan anak sebagai pelaku dan korban begitu memilukan. Tidak hanya bagi orang tua korban, siapa pun merasa sangat terpukul dengan perbuatan tersebut. Bagi korban, apa yang dialami sangat menjadi trauma mendalam. Korban yang masih anak-anak butuh pendampingan lebih lama agar mereka bisa move on

Psikolog Dody Tri meminta publik tidak perlu terburu-buru memberikan label kepada pelaku ataupun korban. Karena bisa jadi mereka adalah orang yang perlu ditolong. "Betapa mudahnya memberi cap 'anak ini rusak, korban ini akan hancur masa depannya, dia menyimpang,'" ungkap Dody Tri kepada JawaPos.com, Rabu (11/6).

Menurut Dody Tri, pemberian label negatif kepada pelaku ataupun korban akan membekas di hati mereka. Dan itu akan berdampak negatif untuk masa depan mereka.

"Anak-anak mendengar lebih dari yang kita kira. Mereka menyimpan ucapan kita jauh di dalam, dan sering kali membentuk jati diri dari apa yang kita ulang-ulang tentang mereka," papar Dody Tri.

Dia juga mengatakan, dari pada menyalahkan anak dengan memberikan label negatif, lebih baik melakukan refleksi ke dalam apakah kita selaku orang dewasa sudah memberikan benteng perlindungan untuk menjaga anak-anak atau tidak.

"Anak-anak bukan daftar kesalahan. Mereka adalah cerita yang belum selesai ditulis. Dan kita bisa memilih, mau menjadi tinta luka atau tinta pemulihan," paparnya.

Kasus asusila dilakukan anak 8 tahun di Bekasi terungkap ke publik setelah NDP, ibu dari anak berusia 4 tahun yang menjadi korbannya mengungkapkan hal itu melalui media sosial dan kemudian mendapat atensi dari banyak pihak.

Ibu korban baru tahu bahwa anaknya menjadi korban setelah dia tidak mau menginap di rumah kakek dan neneknya. Selain itu, anaknya juga menolak ke masjid meski azan berkumandang.

Hal ini cukup aneh bagi ibunya mengingat sang putra biasanya langsung bergegas ke masjid begitu mendengar kumandang azan. Setelah ditanya, anaknya mengaku temannya melakukan asusila padanya. Bukan hanya satu kali, katanya sampai 3 kali.

Dia pun marah, emosi,bahkan sampai gemetar usai mengetahui cerita anaknya menjadi korban tindakan tak senonoh dari pelaku yang juga anak-anak.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore