Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Mei 2025 | 00.51 WIB

Mengungkap 7 Alasan Psikologis di Balik Kebiasaan Mematikan Kamera saat Rapat Daring

Ilustrasi sejumlah partisipan rapat dengan laptop dan HP di meja. (Pixabay) - Image

Ilustrasi sejumlah partisipan rapat dengan laptop dan HP di meja. (Pixabay)

JawaPos.com - Dalam era kerja dan interaksi jarak jauh seperti sekarang, rapat melalui platform video call sudah menjadi bagian rutin sehari-hari. Sering kali kita menemukan partisipan yang memilih untuk mematikan kamera mereka, hanya menampilkan nama atau foto profil saja sepanjang sesi berlangsung.

Kebiasaan membiarkan kamera tetap mati ini ternyata bukan sekadar preferensi teknis semata, melainkan bisa terkait dengan beberapa aspek psikologis mendasar dari individu tersebut. Mereka mungkin punya alasan tertentu yang mendasarinya meskipun jarang dibicarakan secara terbuka. Melansir Geediting.com pada Kamis (15/05), berikut adalah beberapa alasan khas yang sering dikaitkan dengan kebiasaan ini.

1. Mengutamakan Privasi dan Ruang Pribadi

Satu di antara alasan kuat adalah kebutuhan mendalam untuk menjaga batasan antara kehidupan profesional dan ranah pribadi mereka di rumah. Menyalakan kamera terasa seperti mengundang rekan kerja atau atasan masuk ke dalam ruang personal yang seharusnya hanya untuk diri sendiri.

2. Merasa Canggung atau Tidak Percaya Diri

Beberapa orang mungkin merasa sangat tidak nyaman atau cemas jika harus terus menerus terlihat di layar oleh banyak mata partisipan lain dalam rapat. Kekhawatiran tentang penampilan diri atau kondisi di sekitar mereka bisa menjadi beban pikiran yang mengganggu konsentrasi selama sesi berlangsung.

3. Sedang Melakukan Banyak Tugas Lain (Multitasking)

Tidak sedikit individu yang memilih mematikan kamera karena mereka memang sedang mengerjakan hal lain yang memerlukan perhatian penuh di luar layar rapat. Melakukan multitasking terasa lebih mudah dan tidak terlalu canggung jika mereka tidak merasa diawasi secara visual sepanjang waktu.

4. Mengalami Kelelahan Akibat Terus Terlihat (Zoom Fatigue)

Paparan visual yang konstan dan kebutuhan untuk selalu terlihat "siap" atau "tertarik" di depan kamera bisa sangat menguras energi mental seseorang. Mematikan kamera menjadi cara sederhana untuk mengurangi beban kognitif ini dan memberikan jeda yang sangat dibutuhkan bagi pikiran.

5. Berusaha Menghemat Kualitas Koneksi Internet

Koneksi internet yang kurang stabil di rumah bisa menjadi masalah utama yang membuat pengalaman rapat daring jadi tidak lancar dan terputus-putus. Mematikan fungsi video sering kali dilihat sebagai solusi praktis untuk mengurangi penggunaan bandwidth agar suara tetap terdengar jelas dan stabil.

6. Tidak Merasa Perlunya Kamera Menyala di Rapat Tertentu

Pada beberapa jenis rapat yang sifatnya lebih informatif satu arah, mendengarkan saja, atau hanya melibatkan sedikit interaksi visual, sebagian orang merasa kamera tidak wajib dihidupkan. Mereka menilai bahwa kehadiran fisik di layar tidak memberikan nilai tambah yang signifikan untuk partisipasi mereka saat itu.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore