Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 April 2025 | 02.53 WIB

3 Sikap Orang yang Menjalani Usia Tua dengan Syukur, Bukan Penyesalan, Menurut Psikologi

Jika Anda Masih Bisa Melakukan 7 Hal Ini di Usia 70-an, Anda Menua dengan Kekuatan dan Keanggunan - Image

Jika Anda Masih Bisa Melakukan 7 Hal Ini di Usia 70-an, Anda Menua dengan Kekuatan dan Keanggunan

JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, hidup bisa terasa seperti perjalanan menemukan makna atau justru jalan penuh penyesalan. Semuanya tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Dari sudut pandang psikologi, kunci agar bisa menua dengan damai bukan hanya soal tetap berpikiran positif, tapi soal belajar bersyukur—menghargai hal-hal sederhana dalam hidup yang kerap luput dari perhatian.

Orang-orang yang sukses menjalani masa tua dengan rasa syukur ternyata menunjukkan pola perilaku tertentu. Kabar baiknya, perilaku ini bisa kita pelajari dan latih sendiri.

Inilah tiga perilaku khas dari mereka yang menua dengan hati yang penuh rasa terima kasih, bukan sesal, menurut psikologi, dikutip dari Geediting, Kamis (24/4).

1. Menerima Perubahan

Salah satu ciri utama dari mereka yang menua dengan bahagia adalah sikap mereka yang terbuka terhadap perubahan.

Seiring waktu, perubahan fisik dan emosional memang tidak terhindarkan. Bagi sebagian orang, hal ini bisa menimbulkan rasa takut, kehilangan, bahkan membuat merasa tidak berdaya.

Namun, orang-orang yang menjalani hidup dengan rasa syukur justru melihat perubahan sebagai bagian wajar dari proses hidup. Mereka tidak menolak kenyataan, melainkan menerimanya dengan hati terbuka.

Bagi mereka, setiap fase kehidupan adalah kesempatan baru untuk berkembang dan memahami diri lebih dalam. Mengutip Carl Jung, "Kita tidak bisa mengubah apa pun sampai kita menerimanya."

Sikap menerima di sini bukan berarti menyerah, melainkan bentuk keberanian untuk menghadapi hidup apa adanya dan terus beradaptasi.

2. Melatih Kesadaran Penuh (Mindfulness)

Sikap lainnya yang tampak jelas pada mereka yang menua dengan damai adalah kemampuan untuk hadir sepenuhnya di momen saat ini.

Mungkin Anda pernah mengalami momen sederhana tapi berarti seperti duduk santai di halaman rumah sambil menikmati kopi pagi. Saat itu, kita tidak memikirkan pekerjaan atau daftar tugas. Kita hanya menikmati matahari, suara burung, dan ketenangan pagi.

Inilah yang dimaksud Jon Kabat-Zinn, pelopor mindfulness, yaitu memberi perhatian secara sengaja, pada saat ini, tanpa menghakimi.

Dengan melatih kesadaran penuh, kita belajar menikmati hidup sebagaimana adanya. Setiap momen jadi terasa lebih bermakna, dan rasa syukur pun tumbuh lebih dalam dari hari ke hari.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore