
Ilustrasi ibu yang berkualitas
JawaPos.com - Menjadi seorang ibu bukan hanya soal melahirkan dan merawat anak, tetapi juga tentang bagaimana membentuk karakter mereka dengan baik.
Setiap ibu tentu menginginkan yang terbaik untuk anaknya, namun tidak semua menyadari bahwa ada beberapa ciri-ciri tertentu yang membedakan ibu berkualitas tinggi dari yang lain.
Menurut psikologi, ada beberapa ciri yang secara alami dimiliki oleh ibu yang mampu memberikan lingkungan yang sehat, penuh cinta, dan mendukung perkembangan anak secara optimal.
Ciri-ciri ini bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang bagaimana seorang ibu mampu menjalankan perannya dengan konsistensi, empati, dan ketulusan.
Lantas, apakah Anda termasuk ibu yang memiliki kualitas luar biasa ini? Dilansir dari laman Parent From Heart pada Sabtu (29/3), berikut merupakan 8 ciri-ciri ibu yang berkualitas, menurut psikologi.
1. Kesabaran
Menjadi seorang ibu berarti harus siap menghadapi berbagai situasi yang menguji kesabaran setiap saat. Ibu yang berkualitas selalu berusaha tetap tenang saat menghadapi anak yang tantrum, sulit makan, atau bersikap keras kepala.
Dia tidak langsung marah atau kehilangan kendali, melainkan mengambil waktu sejenak untuk memahami situasi sebelum merespons.
Kesabarannya bukan berarti membiarkan anak bertindak semaunya, tetapi lebih kepada mengelola reaksinya sendiri dan membantu anak memahami serta mengelola emosinya dengan cara yang lebih baik.
Namun, bukan berarti ibu tidak memiliki batasan, melainkan kesabaran tetap harus disertai dengan sikap tegas ketika diperlukan.
2. Mampu Meminta Maaf
Ibu yang berkualitas bukan berarti tidak pernah melakukan kesalahan, justru sebaliknya, dia bisa saja melakukan banyak kesalahan.
Tetapi, yang membedakannya adalah kemampuannya untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada anaknya.
Ini mungkin terdengar sederhana, tetapi sebenarnya sangat penting karena mengajarkan anak bahwa tidak apa-apa untuk berbuat salah, asalkan berani mengakuinya dan bertanggung jawab. Ibu seperti ini tidak membiarkan egonya menghalangi dirinya untuk meminta maaf.
Jika dia pernah membentak anaknya tanpa alasan yang jelas atau membuat keputusan yang ternyata kurang tepat, dia akan duduk bersama anaknya, mengakui kesalahannya, dan dengan tulus meminta maaf.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
