
Ilustrasi perilaku yang ditunjukkan oleh orang dewasa yang kurang kasih sayang di masa kecil. (Freepik)
JawaPos.com - Ada kaitan erat antara masa kecil dan cara kamu bersikap di usia dewasa. Perilaku-perilaku yang muncul tidak selalu terlihat jelas. Justru, banyak yang muncul dalam bentuk yang sangat halus tapi tetap menjadi penanda bahwa ada kebutuhan emosional yang dulu belum terpenuhi. Ini bukan berarti kamu "rusak" atau "bermasalah". Ini justru pengingat bahwa kamu masih bisa sembuh, tumbuh, dan menemukan kembali koneksi dengan dirimu sendiri maupun orang lain.
Dilansir dari laman Parent From Heart pada (Kamis 15/05), inilah 7 perilaku kecil namun bermakna yang kerap ditunjukkan oleh seseorang yang mungkin kurang menerima kasih sayang saat masih kecil.
1. Kamu Selalu Ingin Diakui atau Disetujui
Kalau kamu merasa sering butuh pengakuan dari orang lain agar merasa cukup, itu bisa jadi salah satu tanda bahwa dulu kamu kurang menerima kasih sayang yang kamu butuhkan. Saat kecil, mungkin kamu sudah berusaha keras untuk mendapatkan perhatian tapi yang kamu terima justru penolakan atau diabaikan.
Akhirnya, saat dewasa, kamu terbiasa mencari validasi dari luar. Bisa lewat perfeksionisme, keinginan untuk selalu jadi "yang terbaik", atau kebiasaan menyenangkan orang lain meski harus mengorbankan diri sendiri. Tapi penting untuk disadari bahwa kamu nggak perlu selalu dapat persetujuan orang lain agar merasa layak. Persetujuan yang paling penting justru datang dari dirimu sendiri.
2. Kamu Sulit Mengekspresikan Perasaan
Jika kamu sering kesulitan menunjukkan emosi, bisa jadi kamu tumbuh di lingkungan yang tidak memberi ruang untuk itu. Mungkin kamu sering mendengar kalimat seperti,"Jangan cengeng", "Tahan air mata itu", atau "Kuat dong, masa gitu aja sedih?"
Efeknya, kamu jadi merasa bahwa menunjukkan emosi itu salah atau memalukan. Padahal, emosi adalah bagian alami dari diri manusia. Menunjukkannya bukan tanda kelemahan, tapi justru bentuk kejujuran dan keberanian.
3. Kamu Takut Dekat dengan Orang Lain (Takut Keintiman)
Pernah merasa ingin dekat dengan seseorang, tapi begitu hubungan terasa semakin dalam, kamu justru menjauh? Ini bisa jadi kamu takut akan keintiman. Dan ketakutan ini sering kali berakar dari pengalaman masa kecil yang kekurangan kasih sayang.
Karena dulu kamu pernah terluka atau ditolak, kamu membangun tembok sebagai bentuk perlindungan. Tapi sayangnya, tembok ini juga menghalangi kasih sayang yang sekarang mungkin sudah siap menghampirimu. Kamu bisa belajar bahwa kedekatan nggak selalu menyakitkan. Justru, itu bisa jadi salah satu hal paling menyembuhkan yang bisa kamu alami.
4. Kamu Cenderung Terlalu Mengejar Prestasi
Apakah kamu merasa harus selalu mencapai sesuatu untuk merasa berharga? Bisa jadi ini adalah bentuk lain dari luka lama yang belum selesai. Banyak orang yang tumbuh tanpa cukup kasih sayang akhirnya mengarahkan kebutuhan emosionalnya ke dalam pencapaian.
Kerja keras dan ambisi itu bagus. Tapi kalau kamu sampai mengorbankan waktu istirahat, kesehatan, atau hubunganmu dengan orang lain demi terus berprestasi, mungkin ini saatnya kamu berhenti sejenak dan bertanya: "Apakah aku sedang mencoba membuktikan sesuatu yang belum aku dapatkan dulu?"
5. Kamu Susah Menerima Pujian

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
