Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Maret 2025 | 13.17 WIB

Orang-orang yang Berjuang untuk Membela Diri dan Bersikap Tegas Seringkali Memiliki 8 Pengalaman Masa Kecil Ini Menurut Psikologi

seseorang yang berjuang membela diri dan bersikap tegas,.Freepik. - Image

seseorang yang berjuang membela diri dan bersikap tegas,.Freepik.

JawaPos.com - Banyak orang kesulitan membela diri atau bersikap tegas dalam kehidupan sehari-hari.

Mereka mungkin merasa sulit untuk mengatakan “tidak,” menetapkan batasan, atau mengungkapkan ketidaksetujuan tanpa merasa bersalah atau cemas.

Dalam psikologi, hal ini sering kali dikaitkan dengan pengalaman masa kecil yang membentuk cara seseorang memandang dirinya sendiri dan hubungannya dengan orang lain.

Beberapa pengalaman masa kecil tertentu dapat menyebabkan seseorang menjadi terlalu patuh, takut konflik, atau merasa tidak berdaya saat harus bersikap tegas.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (12/3), terdapat delapan pengalaman masa kecil yang sering dialami oleh orang-orang yang berjuang untuk membela diri dan bersikap tegas.

1. Dibesarkan dalam Lingkungan yang Otoriter dan Ketat

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sangat otoriter sering kali tidak memiliki kesempatan untuk mengekspresikan pendapat mereka.

Jika setiap keputusan dibuat oleh orang tua, dan setiap upaya untuk mempertanyakan aturan dianggap sebagai pembangkangan, anak akan tumbuh dengan perasaan bahwa suaranya tidak penting.

Akibatnya, mereka mungkin merasa tidak nyaman membela diri atau menyatakan kebutuhan mereka di masa dewasa.

2. Dibiasakan Menjadi ‘Orang yang Menyenangkan’

Jika seorang anak diajarkan bahwa menciptakan keharmonisan adalah hal yang paling penting, mereka mungkin tumbuh dengan kebiasaan selalu mengutamakan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan mereka sendiri.

Anak-anak ini sering kali dipuji ketika mereka patuh dan dikritik ketika mereka mencoba menegaskan diri.

Akibatnya, mereka merasa bersalah atau cemas saat mencoba membela diri sebagai orang dewasa.

3. Pernah Mengalami Pelecehan Emosional atau Verbal

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan di mana mereka sering direndahkan, diremehkan, atau diintimidasi oleh orang tua atau saudara kandung dapat mengembangkan rasa tidak percaya diri yang kuat.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore